Kompas.com - 24/04/2013, 11:23 WIB
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com — Ponsel pintar Android unggulan HTC, yakni HTC One, dianggap melanggar paten teknologi milik Nokia, Selasa (23/4/2013). Biang keladinya adalah komponen mikrofon pada HTC One yang dibuat oleh STMicroelectronics.

Pengadilan Distrik Amsterdam, Belanda, menyetujui klaim Nokia yang menyatakan bahwa paten mikrofon itu hanya boleh digunakan untuk produk ponsel Nokia.

Setelah membedah HTC One, para insinyur Nokia menemukan teknologi mikrofon HAAC digunakan pada perangkat tersebut. "Dalam dokumen, HTC mengklaim bahwa mikrofon HDR merupakan fitur kunci untuk HTC One. Namun, itu adalah teknologi HAAC Nokia, dikembangkan secara eksklusif oleh Nokia dan hanya digunakan dalam produk Nokia," kata juru bicara Nokia dalam sebuah pernyataan.

Perusahaan Finlandia itu menambahkan bahwa STMicroelectronics telah menyetujui eksklusivitas komponen tersebut untuk produk Nokia.

Pengadilan Distrik Amsterdam memerintahkan STMicroelectronics menghentikan sementara penjualan komponen ke HTC. STMicroelectronics juga terancam membayar denda ke Nokia sebesar 50.000 euro untuk setiap mikrofon yang dijual kepada pihak ketiga. Namun, keputusan denda ini belum final, dan masih dicarikan solusi.

"HTC tidak memiliki izin atau otorisasi dari Nokia untuk menggunakan mikrofon atau teknologi Nokia yang telah dikembangkan," tegas pihak Nokia.

Terhambatnya pasokan komponen mikrofon ini diprediksi akan jadi masalah baru molornya distribusi HTC One secara global. Sebelumnya, jadwal pengiriman HTC One telah molor karena keterbatasan komponen kamera.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Secara terpisah, HTC menyatakan kekecewaannya atas keputusan pengadilan Amsterdam. "Kami akan konsultasi dengan STMicroelectronics dan akan memutuskan apakah perlu untuk mengeksplorasi solusi alternatif pada waktunya. Sementara itu, kita tidak mengharap keputusan yang memiliki dampak langsung pada penjualan handset kami," ujar juru bicara HTC dalam pernyataan.

Antara HTC dan Nokia terlibat perselisihan sekitar 40 hak paten di Jerman, Amerika Serikat, dan Inggris. Nokia berhasil memenangkan proses hukum untuk memblokir beberapa produk HTC di Jerman.

Baca tentang


    25th

    Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X