Kompas.com - 03/05/2013, 20:17 WIB
EditorErvan Hardoko

JERUSALEM, KOMPAS.com — Pemerintah Israel, Jumat (3/5/2013), mempertanyakan keputusan Google mengganti istilah "Palestinian Territories" dengan hanya "Palestina" di halaman www.google.ps, setelah keputusan PBB memberikan status negara pengamat kepada Palestina.

"Perubahan ini menimbulkan pertanyaan tentang alasan di balik keterlibatan yang sangat mengejutkan dari sebuah perusahaan internet swasta ke dalam dunia politik internasional, dan berada di sisi yang kontroversial," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel, Yigal Palmor.

Perubahan itu mulai efektif berlaku pada 1 Mei 2013. Demikian juru bicara Google, Nathan Tyler, dalam sebuah pernyataan resmi.

"Kami mengubah nama 'Palestinian Territories' menjadi 'Palestina' di semua produk kami. Kami sudah berkonsultasi dengan sejumlah sumber dan pihak berwenang jika berkaitan dengan nama sebuah negara," kata Tyler.

"Dalam hal ini kami mengikuti keputusan PBB dan organisasi internasional lainnya," lanjut Tyler.

Dalam Sidang Umum PBB pada November tahun lalu, PBB mengubah status Palestina dari pengamat non-anggota menjadi negara pengamat. Keputusan itu didukung 108 negara, sembilan negara menolak, dan 41 negara abstain.

Sejak itu Otorita Palestina menggunakan nama "Negara Palestina" dalam semua urusan diplomatik dan berbagai urusan resmi lainnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.