iPhone Murah Tak Mungkin Murah?

Kompas.com - 07/05/2013, 12:10 WIB
EditorWicaksono Surya Hidayat

KOMPAS.com - Apple belakangan ramai dikabarkan sedang membuat sebuah perangkat iPhone versi murah untuk melebarkan sayap ke segmen harga low-end.

Tapi bagaimana jika "iPhone murah" ternyata tak benar-benar murah? Bagaimana jika harganya ternyata berada di kisaran 350 dollar AS atau Rp 3,4 juta, bukannya 150 atau 200 dollar AS?

Seperti dikutip dari AllThingsD, itulah kemungkinan skenario yang diutarakan oleh analis Gokul Hariharan dan Mark Moskowitz dari J.P. Morgan. Alasannya berkaitan dengan sejarah pelepasan produk Apple di masa lalu yang belum pernah benar-benar menyentuh level kelas bawah.

iPad Mini yang dibanderol paling murah seharga 329 dollar AS, misalnya, dulu dinilai terlalalu mahal untuk bisa bersaing langsung dengan Google Nexus 7 (249 dollar AS) dan Amazon Kindle Fire (199 dollar AS).

Tetapi tablet iPad berukuran 7,9 inci itu ternyata sangat populer dan bahkan berhasil menetapkan level harga mainstream baru di antara segmen high-end (499 dollar AS ke atas) dan low-end (249 dollar AS ke bawah).

Hal yang sama terjadi dengan iPod Nano pada 2005. Harganya yang dipatok sebesar 199 dollar AS ketika itu tergolong lebih tinggi dibandingkan perangkat-perangkat serupa di segmen bawah, tapi masih lebih murah dibandingkan level harga iPod di 299 dollar AS.

Nano meraih sukses besar sehingga setengah angka pengkapalan perangkat iPod secara keseluruhan disumbang oleh model ini hanya beberapa tahun setelah kemunculannya, menurut J.P. Morgan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam kedua kasus di atas, Apple sengaja mengorbankan margin tinggi untuk membuat produk "high-end" yang dipasarkan di level mainstream sehingga memperluas pangsa pasar.

Hal itu dipertegas oleh CFO Apple Peter Oppenheimer yang mengatakan bahwa margin iPad Mini berada di bawah rata-rata korporat tetapi telah memberi manfaat jangka panjang sebagai keputusan strategis yang dibuat Apple.

Nah, jika Apple memiliki pandangan yang sama terhadap pasar smartphone, kemungkinan hal yang sama bakal berulang lagi: Apple akan memasarkan "iPhone murah" di segmen menengah untuk memancing lebih banyak konsumen kelas "budget" ke level harga yang lebih tinggi.

Saat ini, seperti yang bisa dilihat dalam grafik di atas, Hariharan dan Moskowitz mengatakan bahwa Samsung mendominasi level harga 200-500 dollar AS dengan pangsa pasar di atas 35 persen.

Akan tetapi, Apple diyakini bisa mengambil 20 hingga 25 persen dari pasar tersebut (dari hampir tidak ada sama sekali saat ini) dalam waktu 12 bulan ke depan jika produsen yang bersangkutan merilis iPhone di level harga 350-400 dollar AS.

Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.