Kiprah Perempuan Pemimpin Teknologi di Google

Kompas.com - 18/05/2013, 14:54 WIB
EditorAditya Panji Rahmanto

Dokumentasi Yansen Kamto Yansen Kamto menghadiri konferensi pengembang aplikasi Google I/O 2013 di San Fransisco, AS, pada 15 sampai 17 Mei 2013

Oleh: Yansen Kamto*

SAN FRANCISCO, KOMPAS.com - Menyambung artikel sebelumnya mengenai visi dan misi Google untuk mendorong perubahan, ada beberapa hal yang diprakarsai Google terkait hal ini. Menurut Google, inovasi terjadi salah satunya karena ada upaya kolektif dari berbagai orang yang memiliki latar belakang berbeda-beda, namun mempunyai tujuan yang sama.

Salah satu inisiatif Google untuk perubahan ini adalah Women Techmakers, sebuah program yang mendorong banyak perempuan mumpuni di bidang teknologi untuk tampil ke depan menjadi pemimpin di berbagai bidang.

Dalam sesi berjudul "7 Techmakers and a Microphone", ada tujuh perempuan hebat di bidang teknologi duduk bersama, berbagi pengalaman dan wawasan mereka mengenai bagaimana menjadi pemimpin di perusahaan yang bergerak di bidang teknologi.

Saya sangat menunggu-nunggu sesi ini, selain karena penasaran dengan para perempuan hebat tersebut, juga karena topiknya yang berbeda dari sesi lain yang umumnya membahas programming secara teknis. Rupanya bukan saya saja yang antusias, karena ruangan acara terisi penuh sampai banyak yang tidak kebagian tempat duduk.

Dokumentasi Yansen Kamto

Sesi ini dibuka oleh Megan Smith, Vice President Google [x] yang bertanggung jawab untuk proyek-proyek moonshot, istilah untuk proyek yang belum terpikirkan ataupun yang dianggap mustahil. Beberapa proyek Google [x] termasuk di dalamnya adalah Google Glass dan self-driving car.

Megan membuka sesi tersebut dengan bercerita mengenai program Women Techmakers, yang salah satu tujuannya adalah menginspirasi lebih banyak perempuan untuk berkontribusi di industri teknologi. Selain Megan, para pembicara lainnya adalah Susan Wojcicki (Senior Vice President untuk Ads & Commerce), Anna Patterson (VP, Knowledge), Johanna Wright (VP, Search and Assist, Android), Jean Wang (Hardware Lead, Glass) dan Diane Greene (Board of Director, Google) serta Kathy Kleiman (Founder, ENIAC Programmers Project).

Dokumentasi Yansen Kamto

Ketujuh perempuan ini adalah perempuan-perempuan hebat yang mendobrak anggapan umum di masyarakat bahwa perempuan tidak sanggup menjadi pemimpin, apalagi yang bisa menciptakan perubahan. Mereka berbagi cerita mengenai kehidupan profesional masing-masing, dengan berbagai tantangan dan hambatan yang dihadapi sehari-hari. Bagaimana mereka bergulat dengan stereotipe negatif sekaligus menunjukkan bahwa mereka mampu berbuat lebih dan mengupayakan perubahan yang nyata di masyarakat.

Kami di Kibar pun yakin bahwa ini harus mulai dilakukan di Indonesia. Perempuan bisa menjadi pemimpin di berbagai bidang, tidak terkecuali di industri teknologi yang didominasi oleh laki-laki. Oleh karena itu, Kibar telah menginisiasi program bernama FemaleDev, sebuah jejaring pengembang teknologi yang memberikan pelatihan pemrograman gratis khusus bagi para perempuan yang ingin berkiprah di ranah teknologi.

Dalam waktu kurang dari tiga bulan, program ini telah berlangsung di lima kota: Jakarta, Surabaya, Semarang, Yogyakarta dan Medan. Respon yang kami dapat sangatlah positif, terutama karena mereka merasa mendapatkan wadah untuk berbagi semangat dan pengetahuan bersama-sama dengan teman-teman perempuan lain yang memiliki minat serupa.

Dokumentasi Yansen Kamto

Berikutnya saya akan menulis mengenai kiprah salah satu perempuan hebat asal Indonesia yang telah berkarya di kantor pusat Google di Mountain View selama hampir 7 tahun. Jangan sampai kelewatan, ya!

*Yansen Kamto adalah CEO Kibar, sebuah perusahaan konsultan digital yang mengkhususkan diri di industri teknologi dan kreatif.

Penulis menghadiri konferensi developer Google I/O di San Francisco, Amerika Serikat, dari 15 hingga 17 Mei 2013. Tulisan ini merupakan artikel berseri yang membahas liputan dan pengalaman langsung selama berlangsungnya Google I/O.

Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X