Kompas.com - 19/05/2013, 14:18 WIB
EditorReza Wahyudi

Intel selama ini memang dikenal dengan margin tinggi yang didapat dengan mematok harga lebih mahal dari pesaing. Sementara, prosesor mobile memiliki harga jual lebih rendah dibandingkan prosesor desktop Intel pada umumnya.

Tetapi harga boleh jadi bukan satu-satunya masalah yang jadi batu sandungan Intel menyangkut kontrak penyediaan prosesor iPhone.

Produk-produk chip buatan perusahaan itu memiliki konsumsi daya lebih tinggi dibandingkan pesaing yang menggunakan teknologi ARM seperti Qualcomm dan Apple yang kemudian merancang sendiri prosesor untuk iPhone.

Bertahun-tahun setelah iPhone pertama diluncurkan, barulah Intel benar-benar berusaha mengurangi tingkat konsumsi daya prosesor mobile buatannya. Ini antara lain bisa dilihat dari seri prosesor Atom yang dipakai di beberapa smartphone dan tablet.

Kini, tampuk kepemimpinan telah beralih ke Brian Krzanich yang berasal dari sektor manufaktur. Berembus rumor bahwa dengan perubahan ini Intel akan memakai pabrik-pabriknya untuk membikin prosesor Apple. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.