Kompas.com - 28/05/2013, 10:55 WIB
EditorReza Wahyudi



Oleh: Merry Magdalena

“Ibu itu keren ya, ponselnya selalu yang terbaru, smartphone. Ke mana-mana juga sering bawa iPad. Pokoknya ngga gaptek, deh,” demikian komentar seseorang atas teman wanitanya.

Gaptek alias gagap teknologi, kerap menjadi julukan bagi mereka yang kurang mengikuti perkembangan teknologi. Namun, apa sesungguhnya definisi dari melek teknologi? Apakah mereka yang selalu memiliki gadget terkini saja sudah cukup mewakili definisi “melek teknologi”?

“Ah, mama payah, ngga beliin aku iPhone. Kan nanti aku malu, dikatain gaptek sama teman-teman.” Rengekan seperti ini kerap jadi senjata ampuh anak pra remaja saat meminta dibelikan gadget canggih ke orang tuanya. Bagi orang tua yang salah kaprah mengartikan kata “gaptek”, akan dengan mudah membelikan anak gadget idamannya. Lalu menganggap masalah sudah selesai.

Padahal, mereka yang asal beli gadget, asal memakai teknologi, tanpa memahami dampaknya, justru masuk dalam kategori gaptek. Setidaknya ini menurut saya. Mengapa?

Seorang anak yang diberi gadget, dengan akses internet begitu tak terbatas, aneka aplikasi penuh godaan, tanpa dibekali pengetahuan tentang bagaimana menggunakannya dengan tepat, akan menjadi korban teknologi itu sendiri. Sebab dia gaptek, dan terlahir dari orang tua gaptek juga. Banyak orang tua yang merasa hebat dan melek teknologi, jika sudah memiliki aneka gadget canggih nan mahal. Mereka juga membelikan gadget-gadget itu ke anak-anaknya, tanpa pandang usia dan kebutuhan.  Kemudian mengaggap semua sudah beres, dan kembali asyik dengan dunianya.

“Anak masa kini kan pintar, sudah bisa langsung belajar teknologi. Anak saya yang masih TK saja sudah langsung jago main Android, lho,” celetukan bangga seorang ayah macam ini sering kita dengar. Ia tak paham bahwa “bermain” teknologi pun ada aturannya. Apalagi buat anak-anak.

Godaan gadget canggih bukan hanya melanda orang dewasa, tapi juga remaja dan anak-anak. Pernah dengar berita tentang seorang remaja asal China yang rela menjual ginjalnya demi memiliki iPad? Atau tentang remaja putri asal Jakarta yang tertipu teman Facebook akibat diiming-imingi BlackBerry? Atau kasus remaja yang mencuri uang orang tua demi bisa punya ponsel canggih? Semua membuat mereka nekad. Hanya karena tak ingin dicap gaptek atau ketinggalan zaman, segala cara dilakukan.

Kembali ke soal definisi gaptek. Jika gaptek diasosiasikan dengan ketinggalan zaman akibat tak punya gadget canggih, alangkah naifnya. Sebab mereka yang punya beragam gadget canggih sekalipun, kerap kali bersikap gagap. Tidak tahu bagaimana mengontrol diri agar tak kecanduan internet, tidak paham bagaimana mencegah gadget-nya terinfeksi virus, tidak bisa membedakan mana aplikasi yang penting atau justru jadi penyebar spam. 

Biasanya mereka akan belajar, namun dalam waktu lama. Setelah beberapa kali jadi korban penipuan, penyusupan spam, jadi target pesan-pesan berisi virus, atau bahkan pembobolan kartu kredit.

Halaman:
Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Tahukah bahwa iPhone Dulu Sebelum Dirilis Hampir Dinamai “iPad” atau “Tripod”?

    Tahukah bahwa iPhone Dulu Sebelum Dirilis Hampir Dinamai “iPad” atau “Tripod”?

    e-Business
    Tampang Prototipe Pertama iPhone 15 Tahun Lalu, 'Berantakan' dan Pakai Software iPod

    Tampang Prototipe Pertama iPhone 15 Tahun Lalu, "Berantakan" dan Pakai Software iPod

    Gadget
    YouTuber Minecraft 'Technoblade' Meninggal pada Usia 23 Tahun

    YouTuber Minecraft "Technoblade" Meninggal pada Usia 23 Tahun

    Software
    Video Call WhatsApp Bakal Didukung Fitur Avatar?

    Video Call WhatsApp Bakal Didukung Fitur Avatar?

    Software
    Harga PS5 Terkini di Indonesia Makin Murah, Sudah Menuju Normal?

    Harga PS5 Terkini di Indonesia Makin Murah, Sudah Menuju Normal?

    Hardware
    Trik Menampilkan Rating IMDb dan Rotten Tomatoes Film di Netflix

    Trik Menampilkan Rating IMDb dan Rotten Tomatoes Film di Netflix

    Software
    Link dan Cara Beli Tiket Konser Dream Theater via Tiketapasaja.com serta Harganya

    Link dan Cara Beli Tiket Konser Dream Theater via Tiketapasaja.com serta Harganya

    e-Business
    Poco F4 dan F4 GT Resmi di Indonesia, Beda Chipset Harga Terpaut Rp 3 Jutaan

    Poco F4 dan F4 GT Resmi di Indonesia, Beda Chipset Harga Terpaut Rp 3 Jutaan

    Gadget
    ARM Umumkan Immortalis, Hadirkan Ray Tracing ala PC di Smartphone

    ARM Umumkan Immortalis, Hadirkan Ray Tracing ala PC di Smartphone

    Hardware
    Inilah Gionee G13 Pro, Ponsel yang Mirip iPhone 13

    Inilah Gionee G13 Pro, Ponsel yang Mirip iPhone 13

    Gadget
    OpenSea Umumkan Kebocoran Data, Pengguna Diminta Waspada

    OpenSea Umumkan Kebocoran Data, Pengguna Diminta Waspada

    e-Business
    Xiaomi 12 Ultra Kapan Dirilis, Lei Jun Beri Jawaban yang Mengejutkan

    Xiaomi 12 Ultra Kapan Dirilis, Lei Jun Beri Jawaban yang Mengejutkan

    Gadget
    Minecraft Jadi Mata Kuliah 'Desain Interaktif' di Universitas China

    Minecraft Jadi Mata Kuliah "Desain Interaktif" di Universitas China

    Software
    Buka HP untuk Akses MyPertamina saat di SPBU Diklaim Aman, Angkat Telepon yang Berbahaya

    Buka HP untuk Akses MyPertamina saat di SPBU Diklaim Aman, Angkat Telepon yang Berbahaya

    Gadget
    17 Link Download Twibbon HUT Bhayangkara Polri 2022 dan Cara Pakainya

    17 Link Download Twibbon HUT Bhayangkara Polri 2022 dan Cara Pakainya

    Internet
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.