Kisah Pencinta Jazz Pendiri WordPress

Kompas.com - 29/05/2013, 18:08 WIB
EditorWicaksono Surya Hidayat

Di situsnya, WordPress disebutkan lahir dari keinginan untuk sebuah sistem penerbitan personal yang memiliki arsitektur baik serta elegan berbasis PHP dan MySQL, dan tentunya Open Source dengan lisensi GPL.

Meski awalnya merupakan pecahan dari b2 / cafelog, kini WordPress menjadi piranti lunak tersendiri dan penerus resmi dari b2. Pendiri b2, Michael Valdrighi, bahkan ikut menjadi pengembang di WordPress.

Nama WordPress diusulkan oleh Christine Selleck,  teman Matt.

Pemain Saxophone dari Texas

“Saya mendengarkan musik setiap hari, banyak sekali Jazz – Dexter Gordon dan Sonny Rollins. Saya juga suka Jay-Z dan Beyonce. Saya memiliki sebuah perangkat stereo analog yang dibuat dengan tangan di Jepang oleh seseorang yang hanya membuat beberapa perangkat saja dalam setahun. Pengalaman aural (dari perangkat itu) benar-benar menakjubkan.”

Matt dilahirkan di sebuah keluarga yang tak asing dengan komputer. Ayahnya adalah seorang computer engineer di Housten, Texas. Ibunya adalah seorang ibu rumah tangga.

Sejak kecil Matt telah digiring untuk menyukai musik, terutama alat musik favorit keluarga mereka: saksofon. Ia pun sudah mempelajari alat musik itu sejak kecil.

Saat remaja, Matt dimasukkan ke sebuah sekolah menengah khusus seni, High School for the Performing and Visual Arts, di mana Matt mengambil jurusan studi musik Jazz.

Namun takdir memang tak bisa dihindari, di sekolah Matt justru makin mengembangkan kemampuan teknisnya. Ia kerap melakukan setting jaringan dan mengetuai sebuah kelompok penggemar Palm. Tak lama kemudian, Matt pun mulai menulis kode penyusun piranti lunak. Sejak SMA ia sudah terlibat dalam berbagai piranti lunak Open Source.

Pada umur 19 tahun, Matt meninggalkan kampusnya di University of Houston dan bekerja di Cnet, San Francisco. Pekerjaan barunya itu memungkinkan Matt untuk tetap menggarap proyek Open Source.

Kathleen Mullenweg mengenang masa-masa awal Matt meninggalkan Houston, pada usia yang masih sangat muda. “Itu hal yang paling sulit yang pernah saya lakukan. Tapi kemudian saya bertemu Om (Malik, dari GigaOm) dan Tony (Conrad, seorang pengusaha web) dan teman-temannya yang lain. Om bilang, jangan kuatir, jika ada sesuatu kami akan menghubungimu. Sebagai seorang ibu, hanya itu yang ingin saya dengar,” ujar Kathleen dalam sebuah wawancara di SFGate.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X