Kompas.com - 31/05/2013, 10:55 WIB
Editorkadek

Oleh Aryo Wisanggeni, Nur Hidayati, Helena Nababan

LAZIMNYA santapan raja, menu-menu istana di Yogyakarta dan Surakarta berselubung rahasia. Kalaupun terungkap, proses memasaknya sangat rumit. Bahannya pun langka. Inilah kisah para pendedah misteri kelezatan kuliner istana empat wangsa pewaris takhta Mataram.

Gending mengalun dari pelantang suara di sudut-sudut Bale Raos, restoran yang terletak di kompleks Magangan Keraton Kesultanan Yogyakarta. Para pramusaji berkebaya dan berbalut batik ramah menyapa, menyodorkan buku menu.

Di dalamnya berderet nama unik. Singgang ayam, sayur klenyer, roti jok, ser-ces, gecok ganem, sanggar, gajah ndekem.... ”Usul saya, pesan roti jok saja, kisahnya unik,” kata General Manager Bale Raos Sumartoyo merekomendasikan salah satu kudapannya.

Roti jok? Di atas piring, roti itu mirip apem yang disajikan bersama semur ayam tak berkuah. Roti dan semur ayam bukan paduan makanan yang lazim bagi kebanyakan warga Yogyakarta dan Surakarta. Namun, ternyata itulah kudapan favorit Sultan Hamengku Buwono VIII, yang bertakhta pada 1921-1939.

Tak mudah bagi Sumartoyo menemukan cara memasak roti jok itu. Hampir semua resep menu keraton tak pernah dicatat, hanya diturunkan dari para juru masak keraton, para istri, atau kerabat raja secara lisan.

Untuk bisa memperoleh resep yang tepat, ia harus rajin mengikuti proses berbagai ritual Kesultanan Yogyakarta, menemukan dan mengenali siapa-siapa bangsawan yang punya spesialisasi mengolah masakan tertentu. Dari perhelatan keraton pula ia bisa mengumpulkan ”cerita” resep dari juru masak di keraton, termasuk resep roti jok.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

”Salah satu spesialis pembuatnya adalah putra dari adik Sultan HB VIII. Beliau sudah terkenal piawai memasak roti jok pada era 1970-an,” ujar Sumartoyo tentang roti tersebut.

Banyak rahasia

Bahkan, seorang menantu raja pun tak mudah mengumpulkan resep istana. Itulah pengalaman pemilik Gadri Resto, BRAy Nuraida Joyokusumo. Menantu almarhum Sultan HB IX (bertakhta 1940-1988) dan istri GBPH Joyokusumo merasakan sendiri betapa rahasianya resep sejumlah hidangan untuk mertuanya.

Halaman:
Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.