Kompas.com - 13/06/2013, 14:47 WIB
EditorEgidius Patnistik

Google mengatakan telah mendeteksi dan menghentikan ribuan serangan peretas yang menargetkan akun-akun e-mail milik pengguna di Iran menjelang pemilu presiden 14 Juni.

Dalam pernyataan online, perusahaan itu mengatakan telah menyadari "lompatan signifikan" dalam volume kegiatan peretasan di kawasan itu sejak tiga pekan lalu.

Waktu dan sasaran menunjukkan serangan-serangan tersebut "bermotif politik".

Pemilu hari Jumat adalah yang pertama sejak 2009 ketika Presiden Mahmoud Ahmadinejad memenangi pemilu kedua. Pemilu itu memicu protes dan para pemilih menuduh kubu Ahmadinejad merekayasa hasil suara untuk kemenangannya.

Wakil presiden bidang keamanan Google, Eric Grosse, mengatakan, serangan tersebut berasal dari dalam Iran. Upaya-upaya untuk memecahkan kata sandi dan informasi pribadi lainnya dilakukan dengan mengarahkan pengguna ke situs-situs palsu.

"Selama hampir tiga minggu, kami telah mendeteksi dan mengacaukan kampanye peretasan berbasis e-mail yang bertujuan untuk meretas akun milik puluhan ribu pengguna di Iran," kata Grosse.

"Waktu dan sasarannya mengindikasikan bahwa serangan itu bermotif politik dan terkait dengan pemilu presiden Iran hari Jumat."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.