Sempat Kepincut, Microsoft Batal Caplok Nokia

Kompas.com - 20/06/2013, 11:39 WIB
EditorReza Wahyudi

Dokumentasi Nokia Indonesia Stan pameran Nokia di Indonesia Cellular Show 2013


KOMPAS.com  Setelah sempat hampir membeli Nokia, Microsoft dilaporkan batal mewujudkan rencananya itu. Kabar ini dilansir oleh The Wall Street Journal mengutip "sumber yang familiar dengan persoalan tersebut".

Kedua perusahaan kabarnya telah saling bertemu di London awal bulan ini untuk berdiskusi perihal kemungkinan pembelian divisi handset Nokia. Tetapi, kini pembicaraan itu telah dihentikan.

Alasan Microsoft tak jadi membeli produsen ponsel asal Finlandia tersebut disinyalir berkaitan dengan harga yang diminta serta kekhawatiran soal posisi Nokia di pasar gadget mobile yang kini tergeser ke urutan bawah.

Tidak diketahui berapa persisnya jumlah yang diajukan oleh Nokia, tetapi perusahaan itu bernilai lebih dari 14 miliar dollar AS di bursa saham Amerika Serikat.

Kabar ini menyiratkan ironi karena Nokia adalah produsen smartphone Windows Phone terbesar. Sebanyak 79 persen dari keseluruhan ponsel pintar berbasis Windows Phone yang terjual pada kuartal pertama 2013 adalah buatan Nokia, menurut data dari IDC.

Nokia mulai beralih menggunakan Windows Phone pada lini ponsel Lumia buatannya dua tahun lalu ketika Stephen Elop yang mantan eksekutif Microsoft menjabat sebagai CEO perusahaan itu.

Nokia setuju memakai Windows Phone secara eksklusif pada smartphone buatannya, sementara Microsoft menggelontorkan miliaran dollar AS untuk membantu Nokia dalam bidang teknis dan pemasaran.

Meski perlahan tumbuh, kiprah Nokia dan Windows Phone di industri mobile sejauh ini belum menggembirakan. Nokia baru menguasai 2,8 persen pasar smartphone, sementara Windows Phone memiliki pangsa sistem operasi sebesar 3,3 persen. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X