Terlalu Banyak, Operator Seluler Diminta "Bersatu"

Kompas.com - 25/06/2013, 16:14 WIB
Penulis Aditya Panji
|
EditorWicak Hidayat

"Kalau mau merger atau akuisisi silakan saja, asal izin ke Kemenkominfo. Kita tidak akan menghalangi, tapi ada hal yang perlu dipertimbangkan oleh regulator yang menangani penanaman modal, persaingan usaha, harus ada penelitian dulu," tegas Muhammad Budi Setiawan.

Kemenkominfo menaruh perhatian lebih kepada operator CDMA, yang memiliki jumlah pelanggan sedikit. Dengan kehadiran teknologi baru 4G LTE, menurut Budi, merupakan momen yang tepat jika antar-operator CDMA hendak melakukan konsolidasi.

Jika jumlah operator seluler dikurangi, layanan seluler diprediksi bakal lebih baik karena tersedia sumber daya frekuensi yang lebih luas. Selain itu, jumlah pelanggan yang berhenti menggunakan satu layanan (churn rate) juga dapat dikurangi sehingga operator dapat mempertahankan pelanggan.

Ketua Umum Asosiasi Telekomunikasi Seluruha Indonesia (ATSI) Alex Janangkih Sinaga, berpendapat, pemerintah harus menyiapkan insentif bagi operator seluler yang ingin konsolidasi atau merger dan akuisisi.

"Insentif ini harus kita pikirkan dan bicarakan bersama. Yang jelas jangan sampai mengganggu industri, harus adil dan ada kepastian hukum," harap Alex, yang juga direktur utama Telkomsel.

Menurut Alex, jika terjadi konsolidasi antar-operator, maka salah satu pihak harus mengembalikan frekuensi radionya kepada pemerintah. Setelah itu, pemerintah bisa mengatur ulang alokasi dan penomoran frekuensi.

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2000 tentang Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio dan Orbit Satelit, disebutkan bahwa pemegang alokasi frekuensi tidak dapat mengalihkan frekuensinya kepada pihak lain.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.