Kompas.com - 08/07/2013, 15:03 WIB
Penulis Aditya Panji
|
EditorReza Wahyudi
JAKARTA, KOMPAS.com - Yayasana Nawala Nusantara selaku pengelola layanan domain name server (DNS) Nawala, selama ini aktif memblokir situs web yang mengandung konten negatif. Selain pornografi, Nawala juga memblokir situs web penipuan dan perjudian online.

Hingga 4 Juli 2013, Nawala telah memblokir 3,585 situs penipuan dan 7.540 situs perjudian. Jika ditotal, keduanya mencapai 11.125.

Deputi Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Yayayasan Nawala Nusantara, Irwin Day, mengatakan, pihaknya akan terus aktif mencari situs web dengan konten negatif. Ia mengajak masyarakat menggunakan DNS Nawala: 180.131.144.144 dan 180.131.145.145.

Nawala mendefinisikan perjudian online sebagai "Kegiatan yang mengandung unsur pertaruhan yang melibatkan pemain/petaruh dan penyelenggara dalam beberapa macam bentuk permainan dan/atau undian dan/atau hasil pertandingan olah raga, tanpa harus bertatap muka, yang dilakukan melalui situs internet."

Larangan perjudian dan penipuan online tercantum dalam UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Larangan perjudian online ada di Pasal 27 Ayat 2, sementara larangan penipuan online di Pasal 28 Ayat 2.

Penipuan online

"Untuk situs penipuan online, pelakunya sampai kirim SMS kepada calon korban dan mengatasnamakan dirinya dari sebuah perusahaan besar yang menyelenggarakan undian. Hal semacam ini jelas meresahkan masyarakat," ujar Irwin kepada KompasTekno.

Ia melanjutkan, pelaku penipuan sebelumnya telah menyiapkan nama dan tampilan situs web yang mirip dengan situs web perusahaan terkait. Akan tetapi, situs penipuan ini sebenarnya dapat diketahui dari beberapa tanda.

Biasanya situs penipuan menggunakan hosting yang tidak berbayar, tidak menyertakan alamat jelas perusahaan, dan situsnya penuh dengan testimoni kepuasan pelanggan.

Selain itu, kebanyakan situs penipuan hanya mencantumkan nomor telepon seluler, mereka tidak punya nomor telepon fixed line. Jika situs tersebut berbentuk toko online yang menjual produk, biasanya harga yang ditawarkan jauh lebih murah dari harga pasar.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.