Kompas.com - 08/07/2013, 15:03 WIB
Penulis Aditya Panji
|
EditorReza Wahyudi

Irwin berpendapat, ada beberapa faktor pendorong maraknya penipuan online. Pertama, bebasnya penggunaan domain dot com (.com) yang tak memerlukan ketentuan administratif dan harganya pun relatif murah. Kedua, aplikasi e-commerce tersedia secara gratis serta mudah diimplementasikan.

Irwin mengatakan, selama ini ada beberapa pihak yang aktif memonitor dan mendata situs penipuan. Masyarakat dapat melihatnya di; polisionline.com, batamwatch.com, datapenipu.com, penipuan.info, dan lainnya.

Pemerintah dan operator telekomunikasi sendiri, dinilai Irwin kurang pro aktif dalam mencari dan menindak situs yang mengandung konten negatif.

"Pemerintah kurang tegas untuk menindak situs judi, operator seluler juga kurang aktif menapis situs perjudian dan penipuan. Mereka kurang sigap, hanya menunggu laporan masyarakat," tegas Irwin.

Selain penipuan dan perjudian online, Nawala juga telah memblokir situs pornografi (647.622 situs), phising (1.146 situs), proxy (2.065 situs), malware (31 situs), dan SARA (19 situs).

Sejauh ini, Nawala telah bekerjasama dengan Telkom Indonesia, Telkom International (Telin), BlackBerry, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), dan perusahaan penyelenggara jasa internet yang bergabung di APJII.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.