PERGURUAN TINGGI

Belajar sebagai Gaya Hidup Mahasiswa

Kompas.com - 10/07/2013, 14:19 WIB
Anak muda, dengan gaya hidupnya, menggerakkan pasar gaya hidup dengan sangat hebat. Dari cara mereka berpakaian, makanan dan minuman yang mereka santap, aktivitasnya sangat beragam, teknologi yang digunakan, dan tentunya cara mereka berkomunikasi, semuanya sangat hebat. M Latief/KOMPAS.comAnak muda, dengan gaya hidupnya, menggerakkan pasar gaya hidup dengan sangat hebat. Dari cara mereka berpakaian, makanan dan minuman yang mereka santap, aktivitasnya sangat beragam, teknologi yang digunakan, dan tentunya cara mereka berkomunikasi, semuanya sangat hebat.
EditorLatief
Oleh Prof Harjanto Prabowo/ Rektor Binus University

KOMPAS.com — Kondisi masyarakat terus bergerak maju, teknologi semakin berkembang, dan pastinya kehidupan pun turut mengimbangi kemajuan tersebut. Perubahan-perubahan yang terjadi, secara otomatis, ikut mengubah gaya hidup.

Anak muda sebagai bagian dari masyarakat sudah tentu tak luput berkontribusi di dalam perubahan-perubahan tadi. Kelompok anak muda saling berhubungan, mereka bersosialisasi, baik dengan lingkungan maupun bersama komunitasnya. Mereka juga bergerak dengan mobilitas tinggi.

Anak muda, dengan gaya hidupnya, menggerakkan pasar gaya hidup dengan sangat hebat. Dari cara mereka berpakaian, makanan dan minuman yang mereka santap, aktivitasnya sangat beragam, teknologi yang digunakan, dan tentunya cara mereka berkomunikasi, semuanya sangat hebat. Di sisi lainnya, anak muda dengan perubahan luar biasa ini adalah sebagian kelompok yang juga tengah menikmati pendidikan, yakni para mahasiswa di perguruan tinggi.

Eden Dahlstrom, seorang analis peneliti senior dari Educase Center for Applied Research (2012), mengatakan, "Teknologi telah menjadi bagian penting dari lingkungan belajar siswa". 

M Latief/KOMPAS.com Dahlstrom melanjutkan, untuk mewujudkan lingkungan belajar yang optimal, terdapat tiga poin penting yang menguatkan dalam penerapan teknologi.
Dahlstrom melanjutkan, untuk mewujudkan lingkungan belajar yang optimal dalam menerapkan teknologi, terdapat tiga poin penting yang menguatkan. Ketiga poin itu meliputi:

(1) Siswa mengharapkan perpaduan yang harmonis dalam pembelajaran antara pertemuan tatap muka dan pertemuan secara online. Siswa berharap pengajar dapat lebih melibatkan mereka dalam kegiatan pembelajaran dengan menggunakan teknologi multimedia yang efektif.

(2) Kepemilikan piranti digital, terutama peranti bergerak seperti smartphone dan tablet, mencerminkan tingkat keakraban tinggi dari siswa dengan teknologi terbaru. Kepemilikan atas peranti tersebut tidak lagi menjadi hal yang luar biasa karena telah menjadi kelengkapan umum yang mereka bawa dalam kesehariannya.

(3) Siswa percaya bahwa teknologi memberikan mereka manfaat dalam prestasi akademik. Siswa percaya, dengan memanfaatkan teknologi semisal smartphone dan juga tablet, mereka percaya hal itu akan memudahkan jalan dalam menambah pengetahuan, mempermudah mendapatkan solusi, dan akhirnya memberikan pengaruh positif bagi nilai-nilai akademik mereka.

Mengubah perilaku

Halaman:
Baca tentang


    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X