Terungkap, Ratusan Ribu Aplikasi iOS "Zero Download"

Kompas.com - 11/07/2013, 15:47 WIB
Penulis Aditya Panji
|
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com — Toko aplikasi online Apple App Store, menurut sebuah penelitian, banyak dihuni oleh aplikasi "zombie" atau aplikasi yang tidak pernah diunduh, tidak memiliki peringkat, dan sering tidak dilihat oleh pengguna perangkat iPhone, iPad, dan iPod Touch.

Menurut pelacakan yang dilakukan perusahaan riset pemasaran mobile Adeven, sebanyak dua pertiga dari total aplikasi yang ada di App Store tak pernah diunduh dan dipasang oleh konsumen.

Sementara itu, Adeven juga mencatat, sebanyak 579.001 aplikasi dari total 888.856 aplikasi adalah zombie.

"Kita tidak bisa mengatakan dengan pasti berapa banyak unduhan yang sudah mereka dapat. Apple tidak pernah mengungkap secara rinci. Tapi kami yakin angkanya sangat kecil," tulis Adeven dalam sebuah pernyataan.

Menurut Adeven, karena aplikasi zombie ini tidak mendapat banyak unduhan, si pembuat enggan melakukan pengembangan lebih lanjut.

Para peneliti Adeven mengikuti survei lain selama setahun yang dilakukan Pew Research Center Internet & American Life Project. Hasil survei menunjukkan, sekitar 68 persen pemilik ponsel pintar hanya menggunakan lima aplikasi dalam sepekan.

Pengembang web Malcolm Barclay mengatakan kepada BBC, ia tidak terkejut dengan jumlah aplikasi zombie dan angka tersebut masih terbilang wajar. Menurutnya, beberapa aplikasi tidak diunduh karena alasan yang baik, bisa jadi karena aplikasi itu berbahaya.

Direktur perusahaan pengembang aplikasi CCS Insight, Paolo Pescatore, mengatakan, pengembang aplikasi memang mengalami masalah visibilitas di semua platform, bukan hanya di platform Apple.

Pihak Apple dalam ulang tahun kelima App Store mengklaim bahwa 90 persen dari total aplikasi telah diunduh setidaknya sekali dalam sebulan.

Data Mei 2013 menunjukkan, ada 850.000 aplikasi di App Store, dan sekitar 350.000 aplikasi dimaksimalkan untuk iPad. Apple mengklaim aplikasi yang ada di Apple Store telah diunduh sebanyak 50 miliar kali.

Perusahaan mengatakan telah membayar 10 miliar dollar AS untuk pengembang aplikasi. Jumlah ini diklaim lebih besar dari Google Play Store, BlackBerry World, dan Windows Phone Store.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.