"Broadband Penuh Makna" Dilaporkan ke SBY

Kompas.com - 12/07/2013, 14:48 WIB
Suasana perumusan model Meaningful Broadband di Kantor Sekretariat Negara, Istana Negara, Jakarta, Kamis (11/7/2013). (Dok. Tim MBWG)Suasana perumusan model Meaningful Broadband di Kantor Sekretariat Negara, Istana Negara, Jakarta, Kamis (11/7/2013).
Penulis Aditya Panji
|
EditorWicak Hidayat
Suasana perumusan model Meaningful Broadband di Kantor Sekretariat Negara, Istana Negara, Jakarta, Kamis (11/7/2013).
KOMPAS.com - Sebuah inisiatif penerapan akses internet pita lebar (broadband) bernama Meaningful Broadband telah dilaporkan ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Nama Meaningful Broadband itu memang berarti "broadband penuh makna", maksudnya bagaimana agar akses broadband di Indonesia bisa bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya mereka yang ada di kota besar.

Model Meaningful Broadband telah disusun dalam dokumen bertajuk "Rencana Aksi Indonesia, Model Bagi Negara APEC". Ini merupakan hasil riset dari Meaningful Broadband Working Group (MBWG), sebuah institusi yang diketuai oleh Ilham A. Habibie.

Dalam keterangan tertulis yang diterima KompasTekno, disebutkan bahwa model Meaningful Broadband tersebut telah dilaporkan oleh Sekretaris Kabinet Dipo Alam dan Ilham A. Habibie kepada Presiden Yudhoyono, Kamis malam (11/7/2013), di Istana Negara.

"Model ini menggunakan broadband sebagai cara untuk mencapai masyarakat berbasis pengetahuan yang lebih adil," kata Ilham.

Langkah pertama, ujarnya, adalah mencapai peningkatan kualitas jaringan pemerintah daerah dan sekolah di lokasi-lokasi penting di luar kota-kota besar. Langkah kedua, lanjutnya, adalah untuk mengaktifkan jaringan ini melalui program yang mengoptimalkan pemanfaatannya.

Salah satu yang akan dilakukan adalah kampanye aplikasi yang bisa digunakan untuk memanfaatkan broadband. Aplikasi yang akan dikampanyekan merupakan sinergi antara aplikasi lokal dan internasional.

Selain itu, aspek lain dari Meaningful broadband adalah menghadirkan listrik di wilayah yang belum terjangkau. Hal ini dimaksudkan agar wilayah yang tercakup broadband tidak terbatas pada wilayah yang saat ini sudah terpasok listrik.

Soal ini, Meaningful Broadband akan dikombinasikan dengan pemanfaatan energi surya dan biomassa, agar bisa lebih ramah lingkungan dalam menghadirkan pasokan listrik.

Ilham mengatakan model Meaningful Broadband ini bisa menjadi model implementasi bagi Indonesia Broadband Plan yang telah disusun Pemerintah melalui Bappenas.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X