Divonis 4 Tahun Bui, Mantan Dirut IM2 Banding

Kompas.com - 12/07/2013, 19:08 WIB
Palu pengadilan. Palu pengadilan.
Penulis Aditya Panji
|
EditorWicak Hidayat
JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Direktur Utama IM2 Indar Atmanto, Jumat (12/7/2013), mengajukan banding atas putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor yang menyatakan Indar bersalah dalam perkara penyalahgunaan frekuensi radio 3G.

Banding ini merupakan salah satu upaya hukum Indar dan Indosat atas keputusan hakim yang dinilai tidak mempertimbangkan fakta dalam persidangan. Menurut pihak Indosat, tidak ada satu saksi pun yang memberatkan terdakwa. Namun, hakim tetap memutus Indar bersalah.

President Director & CEO Indosat Alexander Rusli menegaskan, perjanjian kerja sama IM2 dan Indosat telah sesuai dengan regulasi di bidang telekomunikasi.

Seperti diberitakan, Indar divonis 4 tahun penjara ditambah denda Rp 200 juta subsider 3 bulan karena menandatangani perjanjian kerja sama jaringan 3G agar IM2 dapat menggunakan frekuensi radio 2,1 GHz milik Indosat.

Dalam laporan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, kerja sama Indosat dan IM2 dianggap merugikan negara sebesar Rp 1,358 triliun.

Namun, Indar tidak terbukti memperkaya diri sendiri. Ia tidak dijatuhi hukuman tambahan berupa pembayaran uang pengganti. Sebagai gantinya, hakim menghukum IM2 untuk membayarkan uang pengganti sebesar Rp 1,358 triliun.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X