Kompas.com - 15/07/2013, 10:33 WIB
Samsung dan Apple Samsung dan AppleSamsung dan Apple
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com — Apple dilaporkan bakal menyelidiki penambangan timah ilegal di Indonesia, tepatnya di Pulau Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Hal ini adalah bagian dari upaya produsen gadget dan komputer tersebut untuk mempertanggungjawabkan dampak kegiatan industrinya.

Timah dari Pulau Bangka dipakai sebagai bahan baku pembuatan produk-produk Apple yang populer di seantero dunia, seperti iPhone dan iPad. Seperti dikutip dari The Next Web, timah dipakai sebagai materi produksi oleh 249 pemasok komponen untuk Apple.

Akan tetapi, laporan dari grup internasional pencinta lingkungan, Friends of the Earth, mengklaim bahwa timah dalam komponen yang dipasok ke Apple antara lain diperoleh melalui penambangan ilegal di Pulau Bangka.

Penambangan ilegal ini disebutkan "merusak hutan tropis, membunuh terumbu karang, dan mengganggu kehidupan masyarakat sekitar" di kepulauan yang dimaksud.

Kondisi penambangan timah ilegal di Pulau Bangka dan Belitung yang menghasilkan 90 persen produksi timah di Indonesia juga dikatakan "berbahaya" dan mengancam jiwa para petambang yang ikut serta. Pada 2011, setiap minggunya, seorang petambang ilegal kehilangan nyawa karena kecelakaan.

Untuk menindaklanjuti kekhawatiran soal penambangan timah tersebut, Apple bersama koalisi  Electronic Industry Citizenship Coalition (EICC) membentuk investigasi untuk meninjau aktivitas penambangan timah di Pulau Bangka.

"Kami mendanai studi pertambangan di daerah tersebut agar bisa mengerti situasinya dengan lebih baik," tulis Apple dalam pernyataan pertanggungjawaban pasokan komponen di situsnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain Apple, raksasa elektronik Korea, Samsung, juga diketahui mengambil bahan timah untuk bahan produksi dari kepulauan Bangka.

"Meski tak memiliki hubungan langsung dengan para pemasok dari Bangka, kami mengerti bahwa sebagian timah yang kami pakai berasal dari daerah ini," tulis Samsung dalam pernyataan yang dilayangkan kepada Friends of the Earth, sebagaimana dikutip oleh The Verge.

Samsung telah menyatakan diri siap bertindak dan telah mendanai sebuah penelitian terkait soal penambangan timah di Bangka.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.