Kompas.com - 22/07/2013, 09:16 WIB
Pesawat terbang melintas di atas gedung fasilitas uji produk Intel di Penang, Malaysia oik yusuf/ kompas.comPesawat terbang melintas di atas gedung fasilitas uji produk Intel di Penang, Malaysia
Penulis Oik Yusuf
|
EditorWicak Hidayat
Pesawat terbang melintas di atas gedung fasilitas uji produk Intel di Penang, Malaysia

KOMPAS.com - Trend pasar PC yang terus menunjukkan kecenderungan menurun turut berimbas pada Intel, produsen chip terbesar yang sebagian pemasukannya didapat dari segmen PC.

Seperti dikutip dari Forbes, dalam laporan keuangannya yang dirilis minggu lalu, perusahaan yang berbasis di Santa Clara, California tersebut melaporkan pendapatan dan laba yang diperoleh pada kuartal kedua masing-masing turun 5 persen dan 29 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Grup PC Client Intel  bertanggung jawab atas produk chip desktop, laptop, dan all-in-one mengalami penurunan pendapatan year-over-year sebesar 7,5 persen. Sementara, kinerja grup Other Intel Architecture perusahaan tersebut yang menarget segmen smartphone, tablet, dan netbook mencatat penurunan pendapatan 15 persen.

CEO Intel Brian Kraznich yang baru dua bulan menduduki jabatan tersebut mengakui bahwa pihaknya terlambat merespon pergeseran industri komputer ke arah mobiile.

"Kami memang lamban dalam merespons tren ultramobile PC," ujar Kraznich dalam konferensi seusai rilis laporan keuangan, sebagaimana dikutip oleh The Verge. "Segmen pasar PC tradisional tidak sesuai dengan perkiraan kami awal tahun ini, sementara perangkat mobile seperti tablet terus naik."

Kejar mobile

Sebagai akibat dari pergeseran trend tersebut, PC World melaporkan bahwa Intel kini tak lagi memprioritaskan segmen PC dan laptop, melainkan beralih fokus ke gadget mobile. Tolok ukur terpenting sebuah produk bukan lagi kinerja, tapi efisiensi daya.

Seri prosesor Atom yang selama ini terpinggirkan pun diposisikan setara dengan lini produk Core di segmen desktop. "Atom akan menjadi pemain yang sejajar dalam hal kepemimpinan teknologi di lingkupnya," ujar Kraznich.

Intel kini tengah manyiapkan teknologi manufaktur dengan proses fabrikasi 14nm yang bakal meningkatkan aspek kinerja, efisiensi daya, dan daya tahan baterai dari prosesor-prosesor mobile masa depan yang akan dibuatnya. Produksi diperkirakan sudah akan dimulai pada paruh pertama 2014.

Untuk saat ini, Intel mengandalkan seri prosesor Haswell (Core Generasi ke-4). Seri prosesor "Bay Trail" yang akan segera dirilis disebut bakal membantu perangkat mobile dengan prosesor Intel menjadi lebih kompetitif di pasaran.

"Kami percaya bahwa Bay Trail akan membawa kinerja tinggi dan daya tahan baterai tinggi ke segmen harga yang belum begitu terjamah oleh Intel saat ini," ucap Kraznich.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X