Kisah Peretas "Baik Hati" Pembobol Situs Apple

Kompas.com - 24/07/2013, 15:34 WIB
ilustrasi ilustrasi
Penulis Aditya Panji
|
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com — Situs web pengembang aplikasi Apple mengalami gangguan selama tiga hari sejak Kamis, 17 Juli 2013, karena berhasil dibobol oleh seseorang. Peretas itu ternyata adalah seorang peneliti keamanan cyber, bernama Ibrahim Balic.

Balic mengaku sebagai orang yang bertanggung jawab atas aksi peretasan ke situs web, yang sejatinya menyediakan informasi cara mengembangkan aplikasi dan forum seputar platform iOS dan Mac OS X.

Mulanya, Apple memberi keterangan bahwa situs tersebut sedang dalam pemeliharaan. Namun, akhirnya, Apple mengakui situs telah disusupi oleh peretas. "Kamis lalu, seorang penyusup berusaha mengambil informasi pribadi pengembang aplikasi kami yang terdaftar di situs web," tulis Apple dalam e-mail kepada para pengembang.

"Informasi sensitif yang dienkripsi tidak dapat diakses. Namun, kami belum bisa mengesampingkan beberapa kemungkinan bahwa nama pengembang, alamat, atau e-mail, mungkin telah diakses."

Setelah kejadian itu, Apple mengatakan ingin merombak total sistem situs itu, termasuk memperbarui perangkat lunak server dan membangun lagi database pengembang aplikasi. Apple sejauh ini tidak mengambil tindakan hukum terhadap si pelaku.

Balic ternyata menemukan 13 celah keamanan pada situs web pengembang aplikasi Apple. Salah satu celah itu cukup berbahaya, di mana Balic bisa masuk dan mengakses informasi sensitif tentang nama lengkap pengembang, alamat e-mail, dan user ID.

Hari Minggu, 21 Juli 2013, Apple mengakui bahwa si peretas telah memperoleh akses ke informasi sensitif.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada hari yang sama, Balic membuat video pembelaan diri yang diunggah ke YouTube. Pria asal Turki tersebut menyatakan tak memiliki niat jahat dan menegaskan dirinya bukan peretas jahat.

"Saya ingin membantu mereka menemukan beberapa bug penting yang harus dipertimbangkan," ujar Balic seperti dikutip dari Wired. Dia tak akan merilis informasi sensitif sehingga pengembang aplikasi Apple tak perlu khawatir datanya akan dicuri.

Sebenarnya, Apple bisa saja menggugat Balic karena telah menyusup ke sebuah sistem komputer tanpa izin.

Pada 2012, seorang pemuda 26 tahun bernama Andrew Auernheimer dinyatakan bersalah atas penipuan identitas dan konspirasi mengakses sistem komputer tanpa izin. Dua tahun sebelumnya, Auernheimer menemukan celah keamanan pada situs web operator telekomunikasi AT&T. Ia akhirnya dijatuhi hukuman tiga setengah tahun penjara dan dianggap melanggar Undang-undang Penyalahgunaan dan Penipuan Komputer Amerika Serikat.

Kendati demikian, Balic mengaku tidak khawatir dengan tindakan hukum apa pun yang akan diambil Apple. "Saya pikir saya tidak harus khawatir karena saya tidak melakukan sesuatu yang buruk terhadap Apple dan wibawa perusahaan mereka," tuturnya.

Ia bakal menghubungi Apple untuk memberi informasi rinci atas temuannya. Di balik semua itu, Balic mengaku hanya ingin mengingatkan Apple bahwa ada celah yang belum terkunci aman di situs yang menampung data pengembang aplikasi. Balic meyakini ini merupakan bagian dari pekerjaannya sebagai peneliti keamanan cyber.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Wired
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.