iPhone, Sang Penentu "Nasib" ARM dan Intel

Kompas.com - 31/07/2013, 09:59 WIB
Apple iPhone 5 AppleApple iPhone 5
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Bersama dengan transisi industri komputer dari PC tradisional menuju perangkat mobile pintar, peruntungan para pemain yang terlibat di dalamya pun turut berubah. Ini termasuk Intel dan ARM Holdings yang bertanggung jawab atas prosesor-prosesor yang tertanam di sebagian besar perangkat.

Intel yang punya posisi kuat di dunia PC terkena imbas penurunan penjualan di segmen tersebut. Sementara, ARM Holdings yang produk rancangannya banyak dipakai di gadget mobile semakin menguat seiring dengan kecenderungan pasar yang makin mengarah ke mobile.

Nah, siapakah yang "bertanggung jawab" memicu terjadinya perubahan besar ini? Menurut Jordan Robertson dari Bloomberg, jawabannya tak lain dan tak bukan adalah ponsel pintar iPhone besutan Apple yang pertama dirilis pada 2007.

Roberston mencatat, sejak kemunculan iPhone itu, nilai kapitalisasi pasar Intel telah turun sebesar 27 persen dari 155,7 miliar dollar AS menjadi 114 miliar dollar AS. Dalam periode yang sama, nilai ARM melambung hampir 990 persen dari 1,7 miliar dollar AS menjadi 18,5 miliar dollar AS.

iPhone sendiri adalah gadget yang menggunakan prosesor berbasis arsitektur ARM yang dilisensi oleh Apple dari perusahaan yang bermarkas di Cambridge, Inggris itu.

ARM memang melisensikan properti intelektual terkait prosesor hasil rancangannya. Pemilik lisensi ARM termasuk para pemain besar di industri prosesor gadget seperti Qualcomm (Snapdragon), Samsung (Exynos), dan Nvidia (Tegra).

Akan tetapi, Intel tidak berdiam diri menyaksikan sepak terjang ARM. Perusahaan ini belakangan berusaha masuk ke segmen mobile lewat seri prosesor Atom bikinannya. CEO Intel Brian Kraznich pun mengatakan bahwa pihaknya kini telah menggeser fokus dari prosesor desktop ke produk-produk mobile.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan kas sebesar 22,7 miliar dollar AS, Intel pun memiliki sumberdaya besar untuk diinvestasikan dalam pengembangan prosesor mobile.

Di sisi lain, ARM dan para produsen chip mobile rekanannya memiliki keuntungan dari segi momentum yang telah terbangun. Apple, misalnya, melaporkan berhasil menjual sebanyak 31,2 juta unit iPhone di kuartal lalu, atau 5 juta unit lebih banyak dari prediksi analis. Sementara Qualcomm, produsen chip mobile terbesar, memprediksi nilai penjualan 5,9 hingg 6,6 miliar dollar pada kuartal yang tengah berlangsung.

Intel belum menyerah. Produsen ini menyiapkan andalan baru untuk segmen mobile, yaitu keluarga SoC "Silvermont" yang menyasar pasar smartphone dan tablet. Akan berhasilkah upaya Intel menggeser dominasi ARM di industri mobile?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Bloomberg
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.