Takut Mata-Mata, Merek China Ditolak

Kompas.com - 02/08/2013, 09:01 WIB
Logo Lenovo LenovoLogo Lenovo
Penulis Oik Yusuf
|
EditorWicak Hidayat
Logo Lenovo

KOMPAS.com — Dinas intelijen sejumlah negara barat dikabarkan menolak penggunaan produk tertentu yang berasal dari China. Termasuk, Lenovo dan Huawei.

Seperti dilaporkan oleh The Inquirer, Lenovo yang asal China konon telah dimasukkan dalam daftar hitam oleh dinas-dinas intelijen dan pertahanan Inggris, Amerika Serikat, Australia, Kanada, dan Selandia Baru yang secara kolektif dikenal sebagai "Five Eyes".

Akibat hal tersebut, Lenovo tidak diperbolehkan memasok perangkat keras ke instansi-instansi terkait di negara-negara itu.

Gara-garanya, produk Lenovo diduga mengandung hardware "backdoor" dan kelemahan firmware yang memungkinkan agen-agen asing mengakses informasi dari komputer yang bersangkutan tanpa ketahuan. Ini disimpulkan setelah dilakukan pengujian intensif terhadap perangkat-perangkat bikinan perusahaan tersebut, menyusul akuisisinya atas IBM pada 2005.  

Menurut Australian Financial Review (AFR) yang menginvestigasi persoalan ini, Lenovo sudah dimasukkan dalam blacklist sejak pertengahan dekade 2000-an.

Benar atau salah?

Lenovo sendiri telah merespons berita ini dan mengatakan "terkejut" serta bakal melihat persoalan dengan lebih mendalam. Perusahaan ini lalu menolak berkomentar lebih lanjut dan mengutip pernyataan Departemen Pertahanan Australia yang menampik kabar bahwa perusahaan itu telah dimasukkan dalam "daftar hitam".

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Akan tetapi, sebagaimana dikutip dari The Register, banyak dinas rahasia sebuah negara tidak berada di bawah departemen pertahanan negara yang bersangkutan, melainkan istitusi pemerintah yang berlainan.

The Register juga melaporkan bahwa dinas-dinas intelijen dari sejumlah negara di atas ternyata memang tidak memakai perangkat Lenovo dalam menangani data sensitif.

Selain Lenovo, perusahaan asal China lainnya yang juga "dicurigai" oleh negara-negara barat adalah Huawei lantaran diduga berhubungan dengan pemerintah Negara Tirai Bambu tersebut.

Produsen elektronik ini belakangan juga memicu kekhawatiran saat perangkat-perangkatnya dipakai dalam kebijakan anti-pornografi yang diterapkan Inggris.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.