Kompas.com - 02/08/2013, 16:10 WIB
Penulis Deliusno
|
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com — CEO Yahoo Marissa Mayer tampaknya sadar benar, apabila perusahaan raksasa internet tersebut ingin kembali ke jalur yang benar, mereka harus membuat berbagai produk yang tidak hanya berkualitas tapi juga menarik.

Untuk mencapai tujuan ini, Mayer telah menjalankan beberapa strategi bisnis yang menarik. Salah satunya adalah dengan menyewa berbagai peneliti (researcher) baru untuk memenuhi lab Riset dan Pengembangannya (RnD).

Tidak tanggung-tanggung, dari awal tahun 2013 hingga saat ini, Mayer sudah mendapatkan 30 peneliti baru. Bos Yahoo berparas cantik ini pun, seperti dikutip dari Bloomberg, Jumat (2/8/2013), berencana untuk menambah 20 peneliti baru.

Para peneliti yang diangkat menjadi karyawan riset Yahoo ini pun bukan sembarangan orang. Semua karyawan baru ini telah memiliki gelar PhD. Kumpulan peneliti pintar ini nantinya akan dipimpin oleh Ron Brachman, seorang peneliti yang pernah bekerja di Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA), sebuah lembaga yang membantu menemukan internet di tahun 1960-an lalu.

Sebelum Mayer bergabung bersama Google di tahun 2012 lalu, pihak manajemen Yahoo memang banyak mengurangi investasi, baik itu tenaga kerja maupun uang, yang berkaitan dengan pengembangan produk. Yahoo Labs, yang didirikan pada 2005, mengalami begitu banyak pemotongan tahun lalu selama masa jabatan singkat dari mantan CEO Yahoo Scott Thompson. Pemotongan itu berakibat pada kepergian pendiri divisi tersebut, Prabhakar Raghavan, ke Google.

"Laboratoriumnya tetap berada di sini, tetapi dikurangi jumlahnya," kata Mayer dalam wawancaranya dengan Bloomberg.

Selain perekrutan para ahli, Mayer melakukan berbagai akuisisi perusahaan kecil untuk menambah lini produk Yahoo. Pada Maret 2013, Yahoo mengakuisisi Summly, aplikasi peringkas berita buatan remaja 17 tahun, Nic D'Aloisio. Tak tanggung-tanggung, akuisisi itu dihargai 30 juta dollar AS atau sekitar Rp 290 miliar. Yahoo juga telah membeli perusahaan Tumblr senilai 1,1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 10,7 triliun dalam bentuk cash.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.