Kompas.com - 03/08/2013, 13:09 WIB
Ilustrasi Ilustrasi
|
EditorReza Wahyudi
JAKARTA, KOMPAS.com - Studio pengembang game One Aperture tengah membutuhkan dukungan agar karya mereka berjudul "Motte Island" bisa lolos dalam Steam Greenlight dan didistribusikan secara digital. Meskipun bergenre horor, game ini punya kadar aksi yang tidak kalah banyak dengan sudut pandang yang unik.

Steam Greenlight adalah inisiatif dari distribusi digital, Steam, untuk mendorong pengembang game indie melalui jalur distribusi mereka. Game yang masuk Greenlight melalui dukungan terbanyak akan didistribusikan meski masih separuh jadi. Dengan demikian, pengembang mendapatkan tambahan dana untuk merampungkan proyek mereka.

Salah satu game yang pernah lolos di Steam Greenlight adalah Dread Out besutan Digital Hapiness dari Bandung. One Aperture sendiri adalah studio yang terletak di Amerika Serikat tapi berisi programmer dari Indonesia, hanya seorang programmer yang berada di Indonesia.

"Kami sudah meluncurkan demo game yang bisa diunduh dengan kondisi 40 persen rampung," ujar Steve Lim, Project Manager Motte Island melalui korespondensi elektronik, Kamis (1/8).

Mottte Island berkisah tentang Maxi, pria yang kembali ke kampung halamannya di Pulau Motte karena dihantui mimpi adik perempuannya yang memohon pertolongan. Sesampainya di sana, dia baru menyadari bahwa kota kecil tersebut ternyata memiliki rahasia yang mengerikan. Dan ternyata, baik Maxi maupun Sarah, adiknya, pun punya andil dalam rahasia kelam di Pulau Motte.

Yang unik, permainan ini berlangsung dari sudut pandang tepat di atas karakter, kita hanya melihat kepala, pundak dan tangan tanpa terlihat wajah. Sekilas, sudut pandang ini mirip dengan seri awal "Grand Theft Auto" pada tahun 1997 yang sempat kembali marak dengan game "Hotline Miami" tahun ini.

Steve mengakui bahwa Hotline Miami menjadi salah satu inspirasi dalam Motte Island selain game lain, seperti Silent Hill maupun Clock Tower, tapi baik jalan cerita secara penuh dikembangkan oleh mereka. "Kami berusaha menyuguhkan atmosfer yang mendukung melalui gaya visual yang intens dan mendetail," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pergerakan karakter menggunakan mouse, termasuk menggunakan senjata. Meskipun bergenre horor, dosis aksi dalam game ini terbilang banyak. Pada bagian awal, Maxi harus menyelinap dari pengawasan orang sementara begitu tiba di Pulau Motte, pertarungan dilakukan dengan terbuka. Di akhir demo, terungkap bahwa bukan manusia saja yang bakal dihadapi Maxi.

Pengerjaan game saat ini sudah mencapai 90 persen. Steve merencanakan distribusi game ini melalui berbagai kanal seperti Desura dan Gamersgate selain Steam. Bahkan, Gamersgate sudah menyatakan kesanggupan untuk mendistribusikan Motte Island begitu rampung.

Berminat mendukung Motte Island? Silakan kunjungi tautan ini.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.