5 Produsen Ponsel Akui Pakai Timah Indonesia

Kompas.com - 05/08/2013, 15:05 WIB
Pekerja menunjukkan batuan yang mengandung timah di tambang PT Timah di Tanjung Pesona, Kecamatan Sungai Liat, Bangka, Indonesia, hari Kamis, 30 Agustus 2012 Ulet Ifansasti/Friends of the EarthPekerja menunjukkan batuan yang mengandung timah di tambang PT Timah di Tanjung Pesona, Kecamatan Sungai Liat, Bangka, Indonesia, hari Kamis, 30 Agustus 2012
Penulis Oik Yusuf
|
EditorWicak Hidayat

KOMPAS.com — Sejumlah pemain besar di dunia smartphone mengakui bahwa produk-produknya kemungkinan mengandung timah hasil penambangan di Pulau Bangka, Indonesia. Mereka adalah Nokia, Sony, BlackBerry, Motorola, dan LG Electronis.

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Kompas Tekno, pengakuan itu datang setelah mendapat tekanan dari organisasi pemerhati lingkungan Friends of the Earh (FoE) yang mendesak kelima perusahaan agar mengambil tindakan terkait perusakan lingkungan yang terjadi di Pulau Bangka.

Pulau Bangka beserta tetangganya Pulau Belitung menyumbang sekitar sepertiga pasokan timah dunia. Timah yang ditambang sebagian dipakai untuk bahan solder pada produk elektronik, termasuk gadget mobile, seperti smartphone dan perangkat tablet.

Sayangnya, aktivitas penambangan di Pulau Bangka dan Belitung disebutkan telah menghasilkan kerusakan yang tak hanya berdampak pada lingkungan, tapi juga pada kondisi masyarakat setempat.

Petani di Pulau Bangka dilaporkan tak bisa bercocok tanam karena kondisi tanah menjadi asam setelah hutan dibabat untuk penambangan, sementara nelayan makin sulit mencari ikan menyusul hancurnya biota laut yang disebabkan limpahan lumpur tambang.  

Keadaan di tambang timah juga tidak aman untuk para pekerja yang terlibat di dalamnya. Pada 2011 lalu, data kepolisian mencatat setiap minggu rata-rata satu orang petambang meninggal dunia akibat kecelakaan. Di lokasi tambang liar juga kerap ditemukan pekerja yang masih anak-anak.

FoE menyajikan penyelidikan terhadap aktivitas penambangan di Pulau Bangka dalam video pendek seperti yang terdapat di bawah. Dua video lainnya bisa dilihat di tautan ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pernyataan sikap

Kelima perusahaan telah menyatakan bakal turut serta dalam upaya memperbaiki keadaan di Pulau Bangka. Ini merupakan bentuk tanggung jawab bersama yang muncul  akibat desakan FoE. Terlebih lagi, pihak-pihak tersebut juga berkepentingan dengan hasil timah dari penambangan yang dimaksud walaupun tidak secara langsung.

"Industri penambangan timah Indonesia adalah bagian penting dari rantai pasokan BlackBerry. Kami sangat prihatin dengan risiko lingkungan dan kesehatan terkait dengan industri tersebut," tulis perusahaan tersebut dalam pernyataan yang dikutip oleh FoE.

Nokia dan Motorola juga mengakui bahwa produk-produknya kemungkinan besar mengandung timah yang diambil dari Pulau Bangka.

LG Electronics, Sony, dan Samsung menyatakan bakal menanggapi permasalahan ini secara serius terkait kebijakan transparansi rantai pasokan perusahaan. Kutipan pernyataan perusahaan-perusahaan tersebut bisa dibaca di tautan berikut ini.

Untuk mewadahi upaya bersama memperbaiki keadaan di Pulau Bangka, para pemain besar industri ini bergabung dalam Kelompok Kerja Timah Bangka yang didirikan Apple dan Philips melalui kerja sama dengan lembaga Pemerintah Belanda Sustainable Trade Initiative (IDH) dan Electronics Industry Citizenship Coalition (ElCC) pada Maret 2013.

Menjelang akhir tahun ini, kelompok Kerja Timah Bangka diharapkan sudah merampungkan rekomendasi soal bagaimana mengatasi situasi memprihatinkan di pulau tersebut. Pertemuan dengan para pelaku industri untuk membahas masalah itu juga akan turut dihadiri oleh FoE.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.