Virus Android Sudah Setara Windows

Kompas.com - 20/08/2013, 11:27 WIB
Ilustrasi. Ilustrasi.
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi
Ilustrasi.

KOMPAS.com - Semakin populer sebuah platform komputer, semakin banyak pula penjahat cyber yang mengincarnya. Itulah yang terjadi dengan sistem operasi mobile populer Android yang kini menguasai hampir 80 persen pasaran smartphone.

Kecanggihan program jahat atau malware yang dirancang untuk menyerang OS berlambang robot hijau itu pun semakin berkembang, hingga kini disebut sudah menyamai kapabilitas malware yang biasa beredar di Windows, sistem operasi desktop terpopuler.

Hal tersebut diungkapkan oleh laporan Threat Evolution terkini dari Kaspersky yang dikutip oleh PC World. "Evolusi malware Android jauh lebih cepat dibandingkan evolusi malware Windows," ujar peneliti senior Kaspersky Labs Roel Schouwenberg.

Contohnya adalah malware Backdoor.AndroidOS.Obad.a (Obad), yang Juni lalu "dinobatkan" Kaspersky sebagai trojan mobile tercanggih yang pernah ditemukan sejauh ini.

Malware tersebut mampu melakukan berbagai macam hal  seperti membuka backdoor untuk mengunduh file tambahan, mencuri informasi dari ponsel dan aplikasinya, serta mengirim SMS ke nomor telepon premium dan menyebarkan diri lewat koneksi Bluetooth.

Setelah melihat kapabilitas Obad, Kaspersky menyimpulkan bahwa program jahat yang satu ini lebih mirip malware Windows ketimbang program serupa yang biasa beredar di Android.

Sebagian besar malware yang ada saat ini masih dirancang untuk menyasar sistem Windows yang lebih menguntungkan, tapi malware mobile pun menunjukkan pertumbuhan yang mengkhawatirkan seiring dengan semakin banyaknya penjahat cyber yang mengincar smartphone. Terlebih, karena angka pengkapalan jenis perangkat ini sudah melewati PC tradisional sejak 2011 lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Itulah sasaran masa depan para penjahat cyber, dan masa depan memang berada di sana (mobile)," tambah Schouwenberg.

Para pembuat malware pun mulai melirik cara distribusi program di luar menyisipkannya bersama aplikasi "sungguhan". Salah satu yang paling sering digunakan adalah mengirim spam atau iklan berisi tautan ke situs web berbahaya. Penggunaan cara ini untuk menyebar malware diperkirakan akan meningkat dalam waktu-waktu mendatang.

Mayoritas trojan mobile yang beredar saat ini mencuri uang dengan mengirim SMS ke nomor premium. Tapi, Kaspersky juga menemukan bahwa jumlah malware yang membuka backdoor untuk berkomunikasi dengan server command and control juga semakin banyak.

"Begitu backdoor dan pengunduh trojan mulai beraksi, Anda mulai menyadari bahwa para penjahat cyber ini mencoba melakukan sesuatu yang lebih canggih," tutup Schouwenberg.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber PCWorld
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.