Pay per Gaze, Cara Google Glass Menjual Iklan

Kompas.com - 21/08/2013, 10:42 WIB
Pay-per-gaze GooglePay-per-gaze
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Meski tersebar di mana-mana, baik secara online maupun offline, sejauh ini belum ada metode untuk menghitung berapa kali persisnya sebuah iklan benar-benar dilihat oleh konsumen.

Seperti dilansir oleh PC World, inilah yang tampaknya hendak diubah oleh Google, lewat aplikasi paten "pay-per-gaze" yang memanfaatkan perangkat semacam kacamata pintar Google Glass untuk mendeteksi gerakan mata pengguna.

Sesuai namanya, teknologi ini bisa memunculkan metode pemasaran iklan jenis baru yang dihitung berdasarkan berapa kali sebuah iklan dipandang oleh konsumen, mirip dengan skema "pay-per-click" yang biasa dipakai iklan online.

Tapi pay-per-gaze tidak terbatas hanya untuk iklan online saja. Penjelasan dalam paten tersebut menerangkan bahwa  teknologi yang bersangkutan bisa pula dipakai mendeteksi pandangan ke iklan-iklan di media lain, termasuk billboard, majalah, koran, dan lainnya.

Bukan hanya itu, teknologi pay-per-gaze pun disebut bisa menghitung seberapa lama waktu yang dihabiskan konsumen untuk memandangi iklan, berikut menganalisis respon emosional mereka berdasarkan perubahan lebar pupil mata.

"Contohnya, apabila pengiklan ingin menciptakan iklan yang mengejutkan atau merangsang pemikiran, maka informasi soal emosi dan/ atau durasi pandangan pengguna bisa memberikan tolak ukur kesuksesan sebuah kampanye terhadap konsumen di dunia nyata," tulis Google dalam paten tersebut.

Pendeteksian gerakan mata atau "eye tracking" sendiri belum tersedia di Google Glass. Tapi aplikasi kacamata pintar ini bisa dibuat mengenali "gestur mata" seperti misalnya kedipan atau melakukan "unlock" dengan gerakan mata.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, paten Google juga menerangkan teknologi "latent pre-searching" di mana Google Glass bisa mencari informasi tentang benda-benda di luar cakupan visual pengguna sehingga bisa langsung ditampilkan begitu benda yang bersangkutan masuk dalam pandangan.

Tentu, teknologi yang baru berupa paten ini belum tentu terwujud dalam bentuk perangkat final. Tapi bukan tidak mungkin nantinya setiap gerakan mata pengguna bisa digunakan untuk menghasilkan uang dari iklan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber PCWorld
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.