Kompas.com - 26/08/2013, 08:27 WIB
BlackBerry Aditya Panji/KompasTeknoBlackBerry
Penulis Oik Yusuf
|
EditorWicak Hidayat

KOMPAS.com - BlackBerry adalah sebuah kisah sukses dari Kanada yang berhasil mengangkat nama negara itu di kancah industri mobile dunia. Karena itu, tak aneh jika Menteri Perindustrian Kanada James Moore berharap perusahaan yang dulu bernama Research in Motion itu bisa melalui krisis yang tengah dihadapi.

"Ini adalah perusahaan Kanada yang memiliki sejarah panjang dalam menciptakan inovasi dan perubahan di perangkat-perangkat yang kita pakai," ujar Moore seperti dikutip oleh Bloomberg.

Tapi itu tak lantas berarti pemerintah Kanada akan turun tangan membantu produsen smartphone kebanggaannya itu. "Usaha mereka tak sesukses yang diharapkan. Kini tergantung mereka sendiri untuk masuk ke pasaran dengan perangkat, layanan, platform, dan konten yang akan diterima dengan baik," ujar Moore, seperti dikutip oleh Bloomberg.

Moore mengomentari pernyataan BlackBerry soal keputusan mempertimbangkan opsi penyelamatan perusahaan, termasuk dengan menjualnya atau bekerja sama dengan pihak lain.

Komentar Moore sekaligus memberi sinyalemen bahwa pemerintah Kanada tak berniat ikut campur dalam usaha penyelamatan BlackBerry. Dengan kata lain, perusahaan yang pernah disebut dengan bangga sebagai "batu permata (crown jewel)" negeri itu harus berupaya bangkit sendiri.

Ingin tetap Kanada

Prem Watsa, pemegang saham BlackBerry, mengumumkan mundur dari dewan direksi pada Senin, 12 Agustus 2013. Watsa diperkirakan bisa memegang peranan dalam usaha penyelamatan BlackBerry.

Beberapa perusahaan dana pensiun terbesar di Kanada, termasuk Canada Pension Plan Investment Board, telah menyatakan ketertarikan untuk memprivatisasi BlackBerry.

Sejumlah perusahaan asing seperti Lenovo pun dikabarkan tertarik membeli BlackBerry.

Tapi, apapun yang terjadi nanti, pihak  Kanada telah memberi sinyalemen bahwa BlackBerry sebaiknya jangan sampai dibeli pihak asing.

Pemerintah negeri ini memang memiliki peraturan soal pembelian perusahaan dalam negeri oleh pihak asing dengan nilai aset lebih dari 344 juta dollar Kanada. Pembelian akan dievaluasi pemerintah terlebih dahulu untuk menilai kepentingan nasional di dalamnya.

"Saat Anda punya juara nasional seperti BlackBerry, Anda akan berharap mereka akan tetap menjadi juara nasional," ujar pendahulu Moore, mantan Menteri Perindustrian Kanada Christian paradis, pada Maret lalu di Ottawa.



Sumber Bloomberg
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X