Kompas.com - 29/08/2013, 10:24 WIB
Penulis Aditya Panji
|
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com - Setelah 20 tahun memimpin, CEO Microsoft Steve Ballmer mengumumkan rencana pensiunnya dalam 12 bulan mendatang. Perusahaan perangkat lunak itu sedang sibuk mencari siapa saja kandidat yang pantas menggantikan Ballmer, baik dari dalam perusahaan maupun dari luar.

Ada 9 orang kandidat dari internal perusahaan yang diprediksi bisa menggantikan Ballmer. Tak menutup kemungkinan pula, Microsoft melirik para eksekutif dari luar perusahaannya.

Charles Arthur dari The Guardian, memprediksi ada 3 eksekutif dari luar perusahaan Microsoft yang dapat menggantikan Ballmer. Semua nama yang disebut Arthur adalah mantan pekerja Microsoft. Siapa sajakah dia?

1. Stephen Elop, 49 tahun, CEO Nokia

Altaf Qadri/AP Photo
CEO Nokia, Stephen Elop
Mantan petinggi Microsoft, yang pernah menjadi Kepala Divisi Produk Office. Elop mengetahui seluk-beluk perusahaan Microsoft, mulai dari bisnis perangkat lunak hingga solusi. Ia juga memiliki pengetahuan yang mendalam tentang pasar ponsel pintar, yang merupakan masa depan bisnis Microsoft.

Elop menjadi CEO Nokia sejak 2010. Sejak bermitra untuk mengembangkan ponsel pintar Lumia yang bersistem operasi Windows Phone, antara Nokia dengan Microsoft memiliki hubungan yang "mesra." Keduanya bahu-membahu membangun ekosistem Windows Phone.

2. Steven Sinofsky, 48 tahun

Alex Gallardo/Reuters
Steven Sinofsky
Steven Sinofsky bisa disebut sebagai "otak" di balik pembuatan sistem operasi Windows 8. Posisi terakhirnya di Microsoft adalah Presiden Divisi Windows dan Windows Live Microsoft.

Namun, Sinofsky mengundurkan diri dari jabatannya pada November 2012. Padahal, ia dianggap sebagai tokoh penting dalam industri teknologi, yang berpotensi kuat menduduki posisi CEO Microsoft jika kelak Ballmer pensiun.

Namun, seorang eksekutif Microsoft yang enggan disebut namanya pernah mengatakan, Sinofsky tidak menjalin hubungan yang baik dengan para pemimpin di Microsoft.

3. Vic Gundotra, 45 tahun, Wakil Presiden Senior Urusan Teknis di Google

Jeff Chiu/AP Photo
Wakil Presiden Senior Urusan Teknis di Google, Vic Gundotra
Yang satu ini juga pernah bekerja di Microsoft, dari 1991 hingga 2007. Namun sekarang, ia bekerja untuk Google. Sebagai orang yang punya banyak pengalaman pada urusan teknis, Gundotra dapat membawa Microsoft menjadi perusahaan teknologi yang bisa memperkuat bisnisnya di perangkat mobile.

Namun, kecil kemungkinan Google mau melepas Gundotra, karena ia memiliki hubungan dekat dengan CEO Google Larry Page. Gundotra juga termasuk dalam eksekutif "ring satu" yang selama ini telah berperan penting dan menentukan arah perusahaan Google di masa depan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.