Kompas.com - 02/09/2013, 09:28 WIB
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi

Karena potensi konflik semacam inilah, upaya Apple menjadikan "Startup" merek dagang dilaporkan menuai berbagai rintangan.

Di Amerika Serikat, sejumlah pihak yang berkepentingan telah mengajukan keberatan. Di Singapura, merek dagang itu masih belum dikabulkan kendati sudah diajukan sejak dua tahun lalu. Apple pun disebut melakukan bullying properti intelektual oleh situs Australia StartupSmart.

Sebuah kata sebenarnya bisa dipatenkan selama bersifat unik dan bisa membedakan barang atau jasa pemohon dari produk serupa milik pihak lain.

Kemungkinan ditolak lebih besar apa apabila kata yang bersangkutan sudah banyak digunakan (menjadi istilah generik). Dalam hal ini, kata "Startup" telah dipakai antara lain di "Windows Startup" dan sebagai istilah untuk mengacu pada perusahaan-perusahaan rintisan.

Akan tetapi, masing-masing negara tentu memiliki ukuran sendiri dalam menentukan seberapa "generik" nya sebuah istilah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.