Kompas.com - 03/09/2013, 10:01 WIB
Penulis Deliusno
|
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com - Berita bahwa BlackBerry sedang mempertimbangkan opsi untuk menjual perusahaan ternyata meninggalkan kesan yang negatif.

Beberapa perusahaan yang tadinya ingin membeli perangkat buatan perusahaan asal Kanada tersebut malah mengurungkan niatnya dan siap beralih ke produk lain.

Morgan Stanley, salah satu perusahaan keuangan asal Amerika Serikat, dikabarkan menahan rencana untuk memperbarui perangkat BlackBerry milik para karyawannya ke BlackBerry 10.

Hal tersebut disebabkan kekhawatiran pihak perusahaan terkait berita kemungkinan BlackBerry dijual. Menurut dua orang sumber, seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (2/9/2013), perusahaan khawatir BlackBerry tidak akan melanjutkan dukungan terhadap sistem operasi ini setelah perusahaan terjual.

Morgan Stanley seharusnya sudah melakukan pembaruan perangkat karyawan, lebih dari lima bulan setelah perangkat diperkenalkan. Namun, mereka tetap memilih menggunakan perangkat berbasis BlackBerry 7, model keluaran tahun 2011.

"Jika Anda berpikir BlackBerry akan dijual atau menghilang, mengapa harus membeli ratusan perangkat baru? Jika ada yang rusak, mungkin Anda tidak akan mendapatkan dukungan lagi," kata Roger Entner, seorang analis dari Recon Analytics, dalam sebuah wawancara.

Morgan Stanley boleh jadi satu dari banyak perusahaan yang menahan diri untuk membeli perangkat berbasis BlackBerry 10. Perangkat dari kompetitor, seperti Apple, Google, dan Samsung, telah menjadi pilihan baru bagi pihak perusahaan.

Perusahaan keuangan besar lainnya, dengan 100.000 karyawan, telah memulai proyek perbandingan perangkat. Perusahaan yang tidak disebut namanya ini telah memulai program 3 bulan menggunakan BlackBerry 10 oleh 100 karyawannya.

Dalam masa percobaan ini, perusahaan ingin melihat, apakah pengguna lebih nyaman menggunakan BlackBerry 10 untuk kegiatan bisnis atau menggunakan perangkat dari kompetitornya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.