Kompas.com - 03/09/2013, 12:03 WIB
Ilustrasi peretas. ShutterstockIlustrasi peretas.
Penulis Aditya Panji
|
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com - Peretas sistem komputer yang pro terhadap Presiden Suriah, Bashar al-Assad, berhasil membobol situs web Korps Marinir Amerika Serikat, Senin (2/8/2013).

Peretas meninggalkan pesan agar marinir "menolak perintah" jika Amerika Serikat melancarkan serangan milter ke Suriah.

Kantor berita Reuters melaporkan, pelaku peretasan itu adalah kelompok Syrian Electronic Army (SEA).

Kelompok peretas mengubah tampilan situs web marinir AS dengan enam foto orang yang mengenakan seragam militer. Wajah orang-orang dalam foto itu dikaburkan, dan membawa tulisan tangan "Aku tidak akan berjuang untuk Al-Qaeda di Suriah." Mereka juga meninggalkan pesan kepada marinir AS agar tentara Suriah "harus menjadi sekutu Anda, bukan musuh Anda."

Juru bicara Departemen Pertahanan AS, mengatakan, situs web marinir tersebut bisa dipulihkan dalam waktu beberapa jam.

Pada Agustus lalu, kelompok SEA juga mengusili situs Twitter dan beberapa portal berita asal AS, termasuk The New York Times, CNN, The Washington Post, dan lainnya.

Pemerintah AS menuduh rezim Presiden Bashar al-Assad menggunakan senjata kimia untuk menewaskan 1.400 warga, termasuk anak-anak, selama bulan Ramadhan 2013. Kelompok oposisi Suriah telah melaporkan tuduhan itu ke PBB dan meminta agar rezim Assad bertanggung jawab dan diseret ke Pengadilan Internasional.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X