Kompas.com - 06/09/2013, 07:49 WIB
Nokia Associated PressNokia
Penulis Aditya Panji
|
EditorWicak Hidayat
KOMPAS.com — Setelah unit bisnis ponsel dan layanan Nokia dibeli Microsoft, Nokia akan bernasib sama seperti Ericsson. Perusahaan asal Swedia itu telah meninggalkan bisnis ponsel dan mengandalkan bisnis infrastruktur jaringan telekomunikasi.

Ponsel merupakan bisnis inti Nokia. Ibarat tubuh, Microsoft telah membeli organ jantung Nokia yang selama ini memompa darah untuk grup perusahaan.

Berdasarkan kesepakatan, Microsoft harus mengeluarkan dana 5 miliar dollar AS untuk membeli bisnis perangkat dan layanan Nokia, serta 2,2 miliar dollar AS untuk lisensi patennya. Jika ditotal, maka Microsoft harus merogoh kocek 7,2 miliar dollar AS.

Sekitar 32.000 karyawan Nokia rencananya akan ditransfer ke Microsoft. Sebanyak 18.300 karyawan di antaranya terlibat langsung dalam pembuatan produk perangkat dan layanan Nokia.

Kini, Nokia harus berjuang dari tiga unit bisnis yang tersisa, yang tidak dibeli Microsoft. Ketiga unit bisnis itu adalah layanan peta digital dan lokasi (Nokia Here), pengembangan teknologi (Advanced Technologies), serta infrastruktur jaringan dan layanan telekomunikasi (Nokia Solutions and Networks).

Sebanyak 56.000 karyawan akan tetap berada di bawah manajemen Nokia Group yang berkantor pusat di Espoo, Finlandia.

Seperti Ericsson

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bisnis infrastruktur telekomunikasi bisa menjadi salah satu bisnis andalan Nokia di masa depan. Pergeseran fokus bisnis semacam ini sebelumnya pernah dialami Ericsson ketika membentuk perusahaan patungan Sony Ericsson bersama Sony pada Oktober 2001.

Sejak saat itu Ericsson tidak berharap banyak pada bisnis ponselnya dan mengerahkan sumber dayanya untuk bisnis infrastruktur telekomunikasi.

Hingga akhirnya, Ericsson melepas 50 persen sahamnya dalam perusahaan patungan kepada Sony. Pada Februari 2012, Sony membayar 1,29 miliar dollar AS atas saham Ericsson. Era Ericsson dalam bisnis ponsel pun berakhir.

Halaman:


Sumber Bloomberg
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X