Topsy, Pencari Tweet Sepanjang Masa

Kompas.com - 08/09/2013, 14:09 WIB
Tampilan laman muka situs Topsy TopsyTampilan laman muka situs Topsy
Penulis Oik Yusuf
|
EditorWicak Hidayat
Tampilan laman muka situs Topsy

KOMPAS.com - Twitter bisa menjadi sarana perolehan informasi yang berguna. Tapi pencarian tweet berisi keterangan yang sesuai dengan keinginan bisa sangat sulit, terlebih jika menyangkut kejadian yang sudah lama lewat dan terbenam di derasnya arus kicauan para Tweeps.  

Memang, Twitter menyediakan mesin pencari sendiri, namun ini pun sulit dimanfaatkan karena algoritmanya mengutamakan tweet yang lebih baru, yang belum tentu relevan dengan kebutuhan.

Nah, sebagaimana dilaporkan oleh New York Times, kini hal tersebut bisa dipermudah dengan kehadiran Topsy yang Rabu (4/9/2013) lalu mengumumkan telah mengindeks Twitter sejak tweet yang pertama diunggah pada 2006 silam.

Jumlahnya mencapai 425 miliar, termasuk posting berisi foto, tautan internet, dan berbagai konten terkait lainnya. Sebelum ini, Topsy baru mengindeks Tweet lampau hingga tahun 2010 saja.

Cara penggunaannya pun mudah. Cukup kunjungi situs Topsy dan masukan kata pencarian. Topsy akan menampilkan hasil pencarian yang bisa diatur jangka waktunya, bahkan hingga hitungan jam. Hasil pencarian berupa foto dan video juga ditampilkan secara terpisah.

Tool ini bisa digunakan secara gratis dan berguna untuk siapapun yang perlu mencari sebuah keterangan di belantara arus informasi Twitter, seperti jurnalis atapun peneliti yang melakukan riset.

Untuk tenaga pemasaran, perusahaan media ataupun pelaku politik yang membutuhkan alat pencarian informasi lebih canggih, Topsy menyediakan opsi berlangganan mulai 12.000 dollar AS per tahun yang bisa menyempitkan hasil pencarian berdasarkan hal-hal seperti lokasi geografis dan tweet yang paling berpengaruh terhadap percakapan sosial di Twitter.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Google sebenarnya pernah membuat perjanjian dengan Twitter yang memungkinkan mesin pencari itu turut mengindeks tweet. Tapi semenjak persetujuan tersebut berakhir pada 2011 lalu Google tak bisa berbuat banyak dalam mengikuti riuh rendahnya kicauan di Twitter.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X