Kompas.com - 16/09/2013, 09:46 WIB
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi

Fitur yang disebut belakangan ini umum ditemukan pada kamera DSLR dan berguna untuk menghasilkan exposure yang lebih akurat dalam kondisi pencahayaan sulit, misalnya ketika pengguna berfoto di depan matahari terbenam.

Kecepatan prosesor A7 yang lebih tinggi juga memungkinkan iPhone 5S mengambil beberapa gambar sekaligus dalam sekali jepretan dan memilih yang paling bagus atau tajam. Hal ini bisa dilakukan baik dalam mode single shot maupun "burst mode" dengan kecepatan 10 FPS.

Kamera pada iPhone 5S mamu menangkap gambar dengan kecepatan 10 frame per detik

Untuk mode burst, iPhone 5S akan secara otomatis menyeleksi hasil foto berdasarkan sejumlah kriteria, yaitu akurasi exposure, ketajaman, deteksi wajah, serta apabila subyek orang dalam foto sedang tersenyum atau memejamkan mata. Analisis dilakukan secara realtime tanpa campur tangan pengguna.

Hasil seleksi yang terbaik kemudian diajukan pada pengguna untuk dipilih. Tujuan seleksi otomatis ini adalah mempermudah proses pemilihan foto burst yang jumlahnya bisa mencapai ratusan.

"Flash" dua warna

Perbedaan yang paling mencolok dari iPhone 5S dengan para pendahulunya adalah unit flash "True Tone" yang memiliki dua LED dengan warna berbeda, yaitu putih dan kuning.

Apa gunanya? Flash pada smartphone atau kamera digital memiliki temperatur warna yang diatur agar sama dengan cahaya matahari. Ketika digunakan dalam kondisi cahaya yang sama dengan temperatur warna flash (misalnya sebagai fill-light di siang hari), hasil gambar tampak memiliki warna seragam.

Apple
Kamera pada iPhone 5S dibekali flash dengan dua warna berbeda

Akan tetapi, saat pengguna mengambil foto dengan flash dalam kondisi cahaya berbeda dengan flash, misalnya di dalam ruangan dengan warna lampu kekuningan, maka subyek yang diterangi flash akan tampak berbeda dengan lingkungan sekitar. Yang umum terjadi adalah subyek berwarna "netral", sementara background berwarna terlalu kuning.

Masalah inilah yang hendak diatasi oleh flash True Tone milik iPhone 5S. Dengan adanya dua LED berbeda warna, flash tersebut mampu menghasilkan temperatur warna yang berbeda-beda pula untuk menyesuaikan dengan kondisi lingkungan sekitar.

Pada kamera DSLR, biasanya perbedaan temperatur warna ini diatasi dengan membuat keluaran cahaya flash menjadi berwarna sama dengan sekeliling. Caranya adalah dengan menempelkan filter berwarna (gel) di depan lampu flash.

photogels.com
Aplikasi

Apple mengklaim bahwa True Tone bisa menghasilkan 1.000 macam variasi warna flash untuk menyamakan dengan berbagai sumber cahaya, mulai nyala api lilin hingga matahari di siang bolong. Selain menyeimbangkan keluaran warna flash dengan lingkungan, True Tone juga disebut mampu menghasilkan skin tone subyek yang lebih natural.

Dua LED pada True Tone flash kemungkinan tak akan "menembak" dalam kekuatan penuh pada tiap jepretan karena iPhone 5 harus menyeimbangkan rasio output keduanya untuk menghasilkan kombinasi warna yang diperlukan.

Apple
Flash True Tone diklaim mampu menghasilkan skin tone lebih baik

Untuk kondisi cahaya yang tidak terlalu "kuning", misalnya, boleh jadi LED kuning hanya akan dinyalakan dengan intensitas rendah. Jadi, seharusnya keluaran power dari flash True Tone pun tak akan jauh berbeda dari generasi sebelumnya.

Selain itu, True Tone agaknya tak dapat berbuat banyak dalam kondisi di bawah lampu fluorescent yang warnanya lebih cenderung mengarah ke spektrum hijau, sementara flash ini hanya memiliki LED tambahan berwarna kuning.

Penstablil gambar

Mekanisme fitur anti-guncangan atau image stabilization pada iPhone 5S cukup menarik. Menurut penjelasan Apple, untuk mengurangi efek buram karena gerakan pengguna saat kondisi low-light, kamera iPhone 5S mengambil banyak foto lalu mengambil bagian-bagian yang paling tajam pada masing-masing foto tersebut untuk menghasilkan satu foto akhir yang paling optimal ketajamannya.

Apple
Fitur image stabilization pada iPhone 5S

Image Stabilization sejatinya hanya mengatasi masalah buram karena gerakan kamera, bukan gerakan subyek, seperti pada daun yang tertiup angin.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Sumber TechCrunch
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.