Perusahaan BlackBerry Dilego 4,7 Miliar Dollar AS

Kompas.com - 24/09/2013, 05:50 WIB
Blackberry catatkan kerugian dalam tiga bulan terakhir. Blackberry catatkan kerugian dalam tiga bulan terakhir.
|
EditorPalupi Annisa Auliani
OTTAWA, KOMPAS.com — BlackBerry mengumumkan telah menyetujui rencana pembelian senilai 4,7 miliar dollar AS oleh konsorsium investor, Senin (23/9/2013). Tawaran datang dari konsorsium yang berencana membawa pembuat perangkat telekomunikasi Kanada itu menjadi perusahaan privat.

Pernyataan perusahaan mengatakan telah menandatangani letter of intent rencana akuisisi itu, tetapi masih harus melewati fase due diligence. Konsorsium dipimpin oleh Fairfax Financial Holding Limited.

Fairfax, perusahaan Kanada yang dikomando miliarder Prem Watsa, sebelumnya adalah pemilik 10 persen saham BlackBerry. Watsa mengundurkan diri dari dewan direksi BlackBerry ketika pada Agustus 2013 diumumkan pencarian peminat untuk membeli perusahaan BlackBerry.

Berdasarkan kesepakatan yang diusulkan konsorsium, setiap saham yang beredar akan dihargai 9 dollar AS, sementara Fairfax akan punya kontribusi sendiri soal sahamnya ketika transaksi. BlackBerry mengatakan, dewan direksi mereka sudah menyetujui rencana ini.

Bila due diligence selesai, BlackBerry akan mengumumkannya pada 4 November 2013, dengan kesiapan sumber dana konsorsium menjadi pertimbangan lain. Sementara BlackBerry juga masih tetap mencari peminat untuk perusahaannya. Nilai saham mereka turun menjadi 8,23 dollar per lembar sebelum perdagangan dihentikan sementara menjelang pengumuman ini.

Harga saham BlackBerry langsung naik menjadi 9,07 dollar per lembar dalam perdagangan Senin sore, begitu pengumuman disampaikan. Para analis optimistis, tetapi berhati-hati. "Ini mungkin hasil terbaik dari beberapa pilihan menarik untuk BlackBerry," kata analis Jack Gold dari J Gold Associates.

Selama BlackBerry terus mendorong budaya pengguna ponsel yang terikat pada telepon pintar produk mereka, banyak pelanggan sudah berpindah ke iPhone dari Apple atau gadget lain berbasis Android seperti yang dibesut Samsung. Menurut International Data Corporation (IDC), pangsa pasar global BlackBerry telah merosot ke 3,7 persen pada kuartal kedua 2013, capaian terendah dalam sejarah pelacakan. Adapun Android merajai 80 persen pangsa pasar.

BlackBerry adalah nama baru untuk Research in Motion per Januari 2013. Perubahan nama ini untuk mendapatkan kembali momentum bagi perusahaan itu. Namun, data terakhir memperlihatkan upaya itu gagal total.

Pada Jumat (21/9/2013), perusahaan ini sudah mengumumkan akan merumahkan 4.500 staf mereka, yang itu adalah sepertiga total pekerja global BlackBerry. Peluncuran produk pada awal tahun ini menghasilkan angka suram.

Disebutkan pula bahwa BlackBerry mengalami kerugian hampir senilai 1 miliar dollar AS per kuartal kedua 2013 karena harus menutupi penjualan Z10 yang jeblok. Perangkat telepon pintar dengan dukungan layar sentuh itu semula dibuat untuk menyaingi produk Apple dan perangkat Android.

Gold dan para analis lain mengatakan, pilihan untuk tak lagi menjual saham ke pasar (go private) akan memberi "ruang bernapas" bagi BlackBerry. "Ke depan, BlackBerry akan menjadi pemain kecil di bidang perangkat telekomunikasi mobile, tetapi setidaknya dengan BlackBerry menjadi perusahaan privat, maka Wall Street tak akan terus-menerus membuat napas mereka tercekik," papar Gold.

Menurut Gold, ada kemungkinan para pelanggan yang sudah terikat dengan produk perusahaan ini tidak akan lagi terdorong mengganti perangkat BlackBerry karena ketakutan perusahaan ini keluar dari bisnis telepon pintar.

"Ini menjadi kesempatan untuk merancang ulang perusahaan, bahkan mungkin melebihi capaian sekarang," kata Gold. Meski demikian, sebagian analis tetap ragu-ragu dengan masa depan BlackBerry.

Ikuti berita lain seputar topik ini di:
Gonjang-ganjing BlackBerry



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X