Branchless Banking Ingin Revolusi Ekonomi "Wong Cilik"

Kompas.com - 30/09/2013, 13:05 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
Penulis Aditya Panji
|
EditorReza Wahyudi
JAKARTA, KOMPAS.com - Layanan perbankan selama ini hanya menjangkau sebagian penduduk Indonesia. Sementara masih banyak penduduk yang belum tersentuh layanan perbankan, apalagi mereka yang tinggal di daerah pelosok yang kondisi geografisnya sulit diakses.

Data lembaga riset Sharing Vision dari Bandung mencatat, sebanyak 68 persen dari 246,9 juta penduduk Indonesia belum memiliki rekening bank. Kemudian, sebanyak 80 persen penduduk yang berusia 15 tahun ke atas, belum tersentuh layanan perbankan. Dan, ada 52 persen rumah tangga yang belum memiliki simpanan di lembaga keuangan.

Dibutuhkan suatu terobosan agar layanan perbankan dapat menjangkau lebih banyak penduduk, salah satunya adalah branchless banking atau bank tanpa kantor cabang.

Chairman Sharing Vision Dimitri Mahayana, mengatakan, branchless banking merupakan salah satu strategi distribusi perbankan yang memberi layanan keuangan tanpa bergantung pada keberadaan kantor cabang bank.

"Tapi ini bukan sekadar strategi jalur distribusi baru, ini bisa jadi revolusi ekonomi dan sarana mensejahterakan rakyat," tegasnya dalam lokakarya mengenai Branchless Banking di Bandung, Sabtu (28/9/2013).

Branchless banking menjadi solusi untuk menjangkau masyarakat yang tinggal di daerah pelosok, dengan berbagai kondisi geografis. Di Indonesia, banyak daerah yang sulit diakses dengan kendaraan bermotor. Tak sedikit masyarakat yang harus menempuh perjalanan selama beberapa jam atau berhari-hari, untuk mendatangi kantor cabang sebuah bank.

"Teknologi untuk branchless banking itu mudah sekali dan bisa digunakan orang awam. Peluang pasarnya sangat besar, karena layanan perbankan seperti inilah yang dibutuhkan masyarakat yang berada di pelosok," terang Dimitri.

Teknologi mobile dan keberadaan agen

Branchless banking merupakan kombinasi antara agent banking dan mobile banking. Agent banking adalah kegiatan usaha non-bank, termasuk agen keliling, atau warung dan toko yang membantu bank memberikan layanan perbankan. Sedangkan mobile banking adalah akses layanan perbankan melalui telepon seluler (ponsel).

Masyarakat yang menggunakan branchless banking dapat memanfaatkan teknologi perangkat mobile, dimulai dari ponsel fitur. "Semua teknologi yang dibutuhkan untuk branchless banking sudah ada sejak 12 tahun lalu di Indonesia. Kita bisa memakai SMS, USSD, aplikasi lewat jalur internet, sampai alat Electronic Data Capture (EDC)," kata Dimitri.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X