Kompas.com - 07/10/2013, 09:36 WIB
Benchmark arstechnica.comBenchmark
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Belakangan ini, Samsung ramai dikabarkan memanipulasi hasil benchmark smartphone demi memperoleh skor yang lebih tinggi daripada seharusnya.

"Akal-akalan" produsen tersebut dilakukan lewat optimalisasi hardware yang dilakukan secara otomatis bergitu ponsel menjalankan benchmark, tapi tidak berlaku untuk jenis aplikasi lain di penggunaan sehari-hari.

Nah, soal mencurangi benchmark ternyata bukan hanya monopoli pabrikan Korea itu saja, melainkan juga dilakukan beberapa produsen perangkat Android lain.

Hal ini diungkapkan dalam laporan Anandtech yang menguji 13 perangkat Android untuk melihat apabila ada anomali dalam pengujian kinerja dengan aplikasi benchmark. Hasilnya, Asus (Padfone Infinity) , HTC (One, One Mini), dan LG (G2) juga ketahuan curang di aplikasi-aplikasi benchmark populer semacam AnTuTu dan 3D Mark. (lihat tabel di bawah)

Tiga produsen Android lain, yaitu Motorola (RAZR i, Moto X), Google (Nexus 4, Nexus 7) dan Nvidia (Shield) tidak tercatat melakukan optimalisasi untuk mempertinggi skor akhir di software penguji kinerja.

AnandTech Sebagian perangkat dalam uji kecurangan perangkat Android oleh AnandTech

Lucunya, masing-masing produsen yang diketahui menipu benchmark tidak menerapkan optimalisasi untuk semua judul program uji tersebut, melainkan hanya beberapa saja.

Pilihan judulnya pun berbeda-beda, tergantung pembikin perangkat yang bersangkutan. Ada yang mengkibuli Vellamo dan Geekbench, ada pula yang tidak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam hal ini, perangkat Samsung terlihat sebagai yang paling getol. Dari tujuh aplikasi benchmark, enam di antaranya dicurangi oleh Galaxy Note 3.

Bisa dipercaya?

Akal-akalan benchmark sebenarnya sama sekali bukan hal baru. Dunia PC sudah sering diramaikan oleh kejadian semacam ini.

Sampai-sampai Futuremark -pengembang aplikasi benchmark 3D Mark- dengan tegas mencantumkan larangan untuk mencegah para produsen hardware berbuat curang demi mendongkrak nilai.

Yang memprihatinkan, perangkat-perangkat mobile saat ini sebenarnya sudah terlihat sangat bertenaga tanpa harus mencurangi benchmark sekalipun. Anandtech mencatat bahwa kenaikan kinerja akibat optimalisasi sebetulnya terbilang kecil, hanya berkisar 5 persen untuk skor CPU dan di bawah 10 persen untuk skor GPU.

Dalam kasus Galaxy Note 3 yang belakangan terungkap, ArsTechnica menjelaskan bahwa perangkat ini pada dasarnya memang lebih kencang daripada para pesaingnya di dalam benchmark, meski berjalan dalam keadaan "normal".

Angka-angka di skor benchmark dimaksudkan untuk memberi perbandingan kinerja yang adil antar perangkat. Saat diuji, kondisi perangkat harus sesuai dengan keadaan sehari-hari, tanpa optimalisasi agar hasilnya mewakili kondisi sebenarnya.

Kalau sudah begini, apakah angka-angka itu pada akhirnya bisa dipercaya?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber AnandTech
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.