Kompas.com - 08/10/2013, 08:20 WIB
|
EditorWicak Hidayat

Untuk risetnya, Wai memperhitungkan orang-orang cerdas yang sukses berdasarkan latar belakang pendidikan bagus. Mereka adalah lulusan dari perguruan tinggi elite di AS, yang memasang kualifikasi tinggi untuk menjaring para mahasiswanya.

Kampus-kampus pencetak miliarder

Riset yang dilakukan oleh Wai ini masih punya kekurangan karena tingkat kecerdasan seseorang tidak bisa dinilai dari latar belakang pendidikannya saja. Terlebih lagi, ada banyak pula orang sukses yang tidak pernah mengenyam pendidikan formal.

Meskipun begitu, banyak miliarder dan entrepreneur sukses di Negeri Paman Sam adalah jebolan dari kampus ternama. Sebanyak 88 persen miliarder yang masuk dalam daftar Forbes, misalnya, adalah lulusan perguruan tinggi. Karena itu, tidak heran jika kampus-kampus top di negeri itu terus bersaing dalam meningkatkan kualitas pendidikan mereka.

Di AS, Harvard University merupakan kampus yang dikenal paling banyak melahirkan miliarder. Menurut riset yang dilakukan oleh lembaga Wealth-X, Harvard telah melahirkan 52 miliarder. Jika digabungkan, maka total kekayaan mereka semua mencapai 205 miliar dollar AS.

Di bawah Harvard, kampus-kampus top di AS yang melahirkan para miliarder berturut-turut adalah University of Pensylvania, Standford University, New York University, Columbia University, Massachusetts Institute of Technology (MIT), Cornell University, University of Southern California, Yale University, dan University of Cambridge.

Bagaimana di Indonesia?

Bagi negara seperti Indonesia, yang masih punya banyak masalah yang perlu dipecahkan, riset seperti yang dilakukan oleh Jonathan Wai dan Wealth-X bisa jadi dinilai kurang penting. Namun rasanya, akan sangat baik jika ada riset atau survei serupa, yang mendata berapa banyak orang sukses di Tanah Air, apa latar belakang pendidikan mereka, dan dari sekolah atau perguruan tinggi mana mereka lulus.

Tujuan riset semacam itu bukan untuk membandingkan tingkat kecerdasan dari orang-orang itu, melainkan untuk menginspirasi generasi muda agar sukses seperti mereka.

Tujuan lainnya, dan yang paling utama, adalah mendorong perguruan-perguruan tinggi di Indonesia untuk meningkatkan daya saing dan kualitas pendidikan mereka.

Dengan begitu, mereka mampu mencetak lebih banyak generasi muda yang sukses di masa depan. Bukankah alumnus yang sukses merupakan kebanggaan bagi almamater mereka?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber CNBC

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.