Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Foxconn Bangun Pabrik, Indonesia Bisa Kurangi Impor Ponsel

Kompas.com - 10/10/2013, 15:35 WIB
KOMPAS.com - Kementerian Perindustrian memastikan Foxconn, perusahaan manufaktur asal Taiwan yang lebih terkenal sebagai vendor produk Apple, bakal menanamkan investasinya untuk membangun basis produksi perakitan gadget di Indonesia.

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, Foxconn secara prinsipil sudah merampungkan perundingan dengan calon mitra lokal dari Indonesia.

"Dia (Foxconn) minta keterlibatan pemerintah secara langsung. Salah satunya, yaitu pemerintah diminta untuk membuat riset untuk fasilitas laboratorium. Proses ini sedang kami laksanakan, paling tidak waktunya selama dua hingga tiga bulan," kata MS Hidayat, Selasa (8/10/2013).

Hidayat menuturkan, investasi yang bakal ditanamkan Foxconn senilai 5 miliar dollar AS, yang bakal disuntikkan secara bertahap. Jika terealisasi, Indonesia bakal mengurangi impor ponsel dan gadget yang bisa mencapai 100 juta unit per tahun.

Hidayat menambahkan, rencana Foxconn untuk berinvestasi di Indonesia ini memang atas permintaan pemerintah Indonesia. Sebab, nilai impor produk teknologi, khususnya ponsel melambung tinggi akhir-akhir ini.

Dengan kondisi itu, pemerintah mengantisipasi kecenderungan impor ponsel itu dengan menginginkan Foxconn sebagai perusahaan manufaktur bisa berinvestasi di Indonesia dan memproduksi ponsel dari segala vendor di tanah air.

Apalagi, Foxconn saat ini memang dikenal sebagai perusahaan pemanufaktur ponsel maupun tablet besutan Apple baik iPhone maupun iPad. Karenanya, untuk memproduksi ponsel atau tablet lokal, Foxconn tidak akan mengalami masalah.

Chairman Hon Hai atau Foxconn Technology Group Terry Gou, Senin (7/10/2013), menuturkan Foxconn datang ke Indonesia bukan untuk menjual produk tapi ingin transfer teknologi termasuk produksi komponen.

"Jadi, kami ingin kerja dan ini harus dibangun, kita juga ingin mengenal satu sama lain. Tapi kita harus tunggu mungkin tahun depan. Anda butuh cepat, tapi kami ingin membangun infrastruktur untuk supply chain. Indonesia punya sumber daya yang bagus," tuturnya. (Sanusi/Tribunnews)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com