Kompas.com - 12/10/2013, 02:47 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani
NEW YORK, KOMPAS.com — Facebook menyingkirkan fitur privasi yang memungkinkan pengguna membatasi siapa yang dapat menemukan mereka melalui mesin pencari. Alasannya, pengguna fitur "Privacy Setting" itu hanya sedikit.

Penghapusan fitur ini diumumkan lewat pernyataan yang diunggah pada Kamis (9/10/2013). Alasan mereka, dari 1,2 miliar pengguna dunia maya, persentase penggunaan fitur Privacy Setting tersebut tak lebih dari satu digit.

Perubahan ini dibuat seiring rencana Facebook membangun fitur pencarian di jejaring sosial itu. Berbasis di Menlo Park, California, Amerika Serikat, perusahaan ini mengatakan, privasi pengguna Facebook dapat dilindungi dengan membatasi apa yang mereka unggah tentang diri mereka sendiri.

"Jubah Harry Potter"

Selama ini, fitur Privacy Setting tersebut ibarat jubah Harry Potter dalam novel karangan JK Rowling. Meski seseorang memiliki akun Facebook, mesin pencari semacam Google tak akan bisa melacaknya bila fitur privasi tersebut diaktifkan.

"Pengaturan itu diciptakan ketika Facebook masih berupa direktori profil sederhana dan itu sangat terbatas," Kepala Bagian Privasi Facebook, Michael Richter, dalam pernyataannya. Namun, pengaturan itu memunculkan kesan ada kerusakan dalam layanan Facebook.

Richter memberikan contoh, ada saja orang yang tahu orang lain punya akun Facebook. Namun, ketika melacaknya menggunakan mesin pencari, ternyata akun itu tak ditemukan. Bahkan, ujar dia, terjadi pula dua orang yang berada dalam satu grup Facebook, tetapi gagal saling mencari untuk berteman secara langsung.

Pada tahun lalu, Facebook sudah mengumumkan akan mengakhiri fitur tersebut, tetapi dibatasi hanya untuk pengguna baru. Menurut Richter, perubahan ini seharusnya tak banyak berpengaruh pada masalah privasi pengguna secara keseluruhan.

"Apakah Anda telah menggunakan setting ini atau tidak, cara terbaik untuk mengendalikan apa yang orang dapat temukan dari Anda di Facebook adalah dengan memilih siapa yang dapat melihat hal-hal personal yang Anda bagi," papar Richter.

Google menyusul

Google Tampilan Google di tahun 1998
Seiring langkah Facebook ini, perusahaan mesin perambah Google pun mengumumkan akan memungkinkan gambar pengguna muncul dalam layanan ads. Dalam pengumuman yang dirilis Jumat (11/10/2013), Google mengatakan, perubahan ini akan mulai berlaku per 11 November 2013.

"Kami ingin memberi Anda dan teman-teman maupun koneksi Anda, informasi yang paling berguna," ujar Google dalam pernyataannya. "Rekomendasi dari orang yang Anda kenal benar-benar dapat membantu. Jadi teman-teman Anda, keluarga, dan orang lain dapat melihat nama, profil, foto, dan ulasan tentang Anda, ataupun iklan yang Anda sukai," lanjut pernyataan itu.

Namun, Google mengatakan, para pengguna masih punya keleluasaan untuk memilih akan menggunakan fasilitas ini atau tidak. Google juga memastikan tidak akan memberikan akses kepada pengguna berusia di bawah 18 tahun ke fasilitas ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber ,AP,CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.