Kompas.com - 15/10/2013, 17:05 WIB
BlackBerry Aditya Panji/KompasTeknoBlackBerry
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com — "Anda dapat terus mengandalkan BlackBerry". Itulah salah satu pesan yang disampaikan BlackBerry dalam sebuah surat terbuka untuk meyakinkan para stakeholder terhadap masa depan perusahaan.

Surat terbuka tersebut berisi pengakuan BlackBerry bahwa mereka memang sedang menghadapi "tantangan". "Ini adalah masa yang penuh tantangan bagi kami dan kami tidak meremehkan situasi ini atau mengabaikan tantangannya," tulis BlackBerry dalam surat tersebut.

Seperti dikutip dari AllThingsD, surat tersebut akan dipublikasikan di 30 koran ternama di sembilan negara pada Selasa (15/10/2013).

Surat ini muncul hanya beberapa hari setelah lembaga riset Gartner merekomendasikan agar pengguna BlackBerry beralih ke platform lain.

Dalam suratnya, BlackBerry mengatakan, restrukturisasi karyawan akan membantu mereka menghemat 50 persen biaya operasional. BlackBerry juga menegaskan fakta bahwa mereka  memiliki "dana tunai yang cukup besar dan neraca bebas dari utang".

"Surat cinta" BlackBerry untuk pengguna dan investor tersebut selengkapnya dapat dibaca di tautan ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, BlackBerry yang pernah menjadi pemimpin pasar smartphone, kini tengah mendapatkan beberapa masalah yang datang bertubi-tubi.

Seperti dikutip dari BBC, BlackBerry mengalami kerugian 965 juta dollar AS pada kuartal II tahun 2013 ini. Hal ini dipicu tidak lakunya smartphone BlackBerry 10 yang meninggalkan fitur keypad QWERTY, Z10.

Akibat merugi, perusahaan asal Kanada itu mengumumkan program restrukturisasi besar-besaran dengan memecat 40 persen atau sekitar 4.500 karyawan.

BlackBerry pada prinsipnya telah bersedia dibeli oleh konsorsium Fairfax Financial. BlackBerry telah setuju untuk menjual bisnis mereka seharga 4,7 miliar dollar AS. Fairfax, pemegang saham terbesar BlackBerry, diberi waktu hingga November untuk mengumpulkan dana tersebut.

Rencana BlackBerry untuk melepas BlackBerry Messenger (BBM) ke Android dan iPhone pun tak berjalan mulus. Dijadwalkan rilis 21 September, kehadiran BBM lintas platform harus ditunda dengan alasan teknis. (Baca: BBM Android dan iPhone Ditarik, Ada Apa?)

Apakah surat terbuka yang juga dirilis dalam bahasa Indonesia tersebut dapat menenangkan para pengguna dan pemegang saham BlackBerry?

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Gonjang-ganjing BlackBerry

Baca juga:
5 Biang Keladi Keterpurukan BlackBerry
BlackBerry ibarat Negara Gagal

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.