Lenovo Tertarik Beli BlackBerry

Kompas.com - 18/10/2013, 12:12 WIB
Keyboard BlackBerry Q5 terasa keras ketika digunakan untuk mengetik Oik Yusuf/KOMPAS.comKeyboard BlackBerry Q5 terasa keras ketika digunakan untuk mengetik
Penulis Aditya Panji
|
EditorWicak Hidayat
KOMPAS.com — Banyak perusahaan teknologi yang berminat membeli seluruh perusahaan atau hanya beberapa unit bisnis BlackBerry. Setelah Google, SAP, Cisco, Intel, dan LG, kini perusahaan teknologi Lenovo dikabarkan sedang dalam pembicaraan untuk membeli BlackBerry.

Seorang sumber yang dekat dengan isu tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa Lenovo dan BlackBerry telah menandatangani sebuah kesepakatan yang tidak boleh diberitahukan kepada pihak lain (non-disclosure agreement).

Lenovo hendak memeriksa dokumen terkait pembelian BlackBerry untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi.

Juru bicara Lenovo enggan mengomentari kabar ini. Sementara BlackBerry mengaku sedang mengkaji seluruh alternatif penjualan perusahaan, tetapi tak mau memberi penjelasan rinci tentang pihak mana saja yang tertarik membelinya.

September lalu, BlackBerry telah menandatangani letter of intent (perjanjian tentatif) untuk diakuisisi oleh sebuah konsorsium yang dipimpin oleh Fairfax Financial Holdings, yang tak lain adalah pemegang saham terbesar BlackBerry.

BlackBerry diberi kesempatan berpikir dan bernegosiasi dengan pihak lain hingga 4 November 2013. Jika konsorsium yang dipimpin Fairfax ini sepakat membeli BlackBerry, seluruh saham yang beredar akan dibeli kembali dan BlackBerry berubah jadi perusahaan privat.

Lima perusahaan teknologi besar, yakni Google, SAP, Cisco, Intel, dan LG, hendak bersatu untuk membeli seluruh perusahaan atau hanya sebagian unit bisnis BlackBerry. Pembicaraan antara mereka sudah berlangsung sejak awal Oktober lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Perusahaan mana pun yang nantinya akan membeli BlackBerry harus mendapat persetujuan dari regulator Kanada, dalam hal ini Kementerian Perindustrian Kanada. "Kita tahu BlackBerry sedang menjajaki pilihan strategis untuk meningkatkan daya saing," kata Menteri Perindustrian Kanada James Moore. "Kami tak mau mengomentari proses tersebut. Kami juga tak mau mengomentari spekulasi," lanjutnya kepada Reuters.

BlackBerry menjadi incaran perusahaan teknologi karena portofolio patennya serta memiliki jaringan server telekomunikasi BlackBerry Enterprise Service (BES) yang terkenal aman.



Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.