Tifatul Bantah Indonesia Biang Serangan Siber

Kompas.com - 22/10/2013, 08:12 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring saat meluncurkan buku biografinya "Sepanjang Jalan Dakwah" di Jakarta, Sabtu (7/4/2012). KOMPAS/LUCKY PRANSISKAMenteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring saat meluncurkan buku biografinya "Sepanjang Jalan Dakwah" di Jakarta, Sabtu (7/4/2012).
Penulis Aditya Panji
|
EditorWicak Hidayat
BALI, KOMPAS.com — Menteri Komunikasi dan Informatikan Tifatul Sembiring membantah riset Akamai Technologies yang mencatat bahwa Indonesia menempati peringkat pertama negara yang menyumbang serangan siber terbesar di dunia pada kuartal kedua 2013.

Menurut laporan "State of the Internet" yang dirilis Akamai, Indonesia menyumbang 38 persen lalu lintas internet yang berhubungan dengan peretasan server pada kuartal kedua 2013. Angka tersebut naik dari 21 persen pada kuartal pertama 2013.

Tifatul meragukan keabsahan data Akamai tersebut karena belum tentu pelaku kejahatan siber itu berasal dari Indonesia. "Bisa jadi mereka berada di luar negeri, tapi memakai IP address dari Indonesia," tegas Tifatul di sela acara Internet Governance Forum (IGF) 2013 di Nusa Dua, Bali, Senin (21/10/2013).

"Jika dirata-rata per tahunnya, serangan siber dari China masih lebih besar dari Indonesia," lanjutnya.

Tifatul berkata, data ini secara tak langsung mencoreng citra Indonesia dan membuat investor khawatir untuk berinvestasi di Indonesia lantaran kurangnya keamanan siber.

Menurut data Akamai, Indonesia telah menyingkirkan China yang sebelumnya dikenal sebagai negara yang paling sering melakukan serangan siber. Kini China berada di peringkat kedua, yang menyumbang 33 persen dari lalu lintas aksi peretasan global.

Sementara itu, Amerika Serikat turun menjadi 6,9 persen dan tetap berada di peringkat ketiga. Dalam penelitian ini, Akamai mengamati lalu lintas serangan siber di 175 negara berdasarkan alamat internet protokol (IP address).

Data Kemenkominfo mencatat, kasus serangan siber di Indonesia telah mencapai 36,6 juta insiden dalam tiga tahun terakhir. Kemenkominfo berkomitmen untuk meningkatkan keamanan siber nasional.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X