Konsumen Indonesia, dari Batang Bambu ke Tablet

Kompas.com - 23/10/2013, 18:59 WIB
EditorWicak Hidayat

Pada saat banyak pengguna Pinterest masih sibuk berbagi foto tentang binatang piaraannya yang lucu, foto-foto liburan yang menyenangkan, atau berbagi kutipan-kutipan inspiratif, sebagian pengguna lainnya sudah memakai papan semat digital itu untuk menampilkan barang-barang impian mereka, mulai dari mobil sampai meja kopi.

Ketika gambar-gambar itu di-pin, di-like, atau bahkan di-repinned, gambar tersebut telah menginspirasi orang-orang untuk kemudian berbelanja. Data dari Vision Critical yang di-highlight di Harvard Business Review baru-baru ini menyatakan bahwa 21 persen pengguna Pinterest kemudian memutuskan untuk berbelanja setelah melihat gambar-gambar tersebut.

Pengguna Pinterest sekarang sudah mencapai 70 juta pengguna dan dikunjungi lebih dari 20 juta orang per bulan. Situs ini telah menjadi katalis bagi situs belanja generasi baru seperti Fancy, Pinshoppr, dan Curisma.  Situs-situs ini membantu pebelanja menemukan produk-produk menarik dan unik dari seluruh dunia.

Selain itu, situs tersebut juga menghibur karena menawarkan pengguna pengalaman sosial yang menyenangkan dan kesempatan untuk terhubungkan dengan orang-orang yang memiliki minat yang sama. Situs tersebut juga memberikan informasi mendalam mengenai produk yang sedang jadi tren dan tidak diminati lagi. Ini adalah informasi yang tidak bisa dibeli dengan uang.

Peritel yang cerdik melihat peluang pada tren ini dan secara aktif mendorong pebelanja untuk berbagi produk mereka di manapun di Internet. Ini mendorong trafik pengunjung ke toko online.

Buang Segala Asumsi

Jangan pernah berasumsi. Kini ada tren baru yang memudahkan peritel mengetahui apa yang diinginkan publik tentang suatu produk. Ini didorong oleh munculnya sejumlah situs baru yang didanai oleh masyarakat seperti Kickstarter dan Indiegogo.  

Situs-situs ini yang menyediakan peluang bagi manufaktur untuk mengetahui opini publik tentang produk yang sedang mereka ciptakan. Dari sana,  kalau ada yang tertarik, mereka bisa dibantu dalam hal pendanaan untuk memproduksi dan meluncurkan produknya ke pasar.

Situs seperti Made.com dan The Grommet juga mengadopsi pendekatan yang sama,  menawarkan peluang bagi pebelanja untuk membeli produk yang masih dalam praproduksi, produk baru, atau edisi terbatas. Sambil mendukung pengembang produk dan desainer untuk menguji produk baru, situs-situs ini juga menghindarkan peritel dari penjualan barang yang tak laku.

Merespon Permintaan

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.