Kompas.com - 07/11/2013, 13:30 WIB
Steve Jobs ketika memperkenalkan iPad, Januari 2010 Getty ImagesSteve Jobs ketika memperkenalkan iPad, Januari 2010
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi
Steve Jobs ketika memperkenalkan iPad, Januari 2010

KOMPAS.com — Tahun 2009, Apple yang tengah mengubah dunia komunikasi mobile lewat produk iPhone mulai menghadapi ancaman serius dari sistem operasi Android besutan Google. Masa-masa ini dijabarkan lewat buku mengenai "perang" antara Apple dan Google yang ditulis oleh editor Wired, Fred Vogelstein.

Mantan CEO Apple mendiang Steve Jobs pun ketika itu mengambil langkah untuk menangkis serangan Android. Kalau Google berusaha mengandalkan jumlah dalam menyerbu pasar mobile, Jobs mengambil langkah sebaliknya, yaitu menumbuhkan platform iOS secara vertikal dengan merilis gadget baru.

Kemudian, lahirlah iPad, perangkat yang menduduki kategori tersendiri di antara smartphone dan laptop tradisional. Tablet besutan Apple inilah yang digadang-gadang menjadi "perisai penangkal"  Android. Setelah diluncurkan, tablet ini terbukti populer di kalangan konsumen dan penjualannya meledak.

Vogelstein, sebagaimana dikutip oleh BGR, menerangkan bahwa kehadiran iPad dan integrasi yang erat antarproduk Apple telah berhasil membuktikan keberhasilan strategi platform "tertutup" dari perusahaan tersebut.

"Mungkin di seluruh dunia lebih banyak orang yang memiliki ponsel Android dibandingkan iPhone. Tetapi, mereka yang punya iPhone juga memiliki iPad, iPod touch, dan berbagai macam perangkat Apple lainnya yang menjalankan software yang sama," jelas Vogelstein.

Kemudian, perangkat-perangkat itu pun terkoneksi ke toko online yang sama (Apple App Store), dan hal tersebut menghasilkan profit yang besar untuk semua orang yang terlibat di dalam ekosistem. "Hanya orang yang memiliki kepercayaan diri macam Jobs yang bakal cukup bernyali untuk menerapkan standar tersebut," imbuh Vogelstein.

Apple sendiri melalui CEO Tim Cook beberapa waktu lalu pernah menyatakan tak terlalu mementingkan pangsa pasar dibandingkan basis pengguna yang loyal dan menguntungkan. Ini pula yang menyebabkan Apple ogah perang harga dengan para kompetitor. Tablet iPad dan iPad Mini, misalnya, hingga kini dibanderol relatif lebih mahal dibanding perangkat lain yang sekelas.

Kalau ada user base yang terus tumbuh dan antusias menyambut produk high-end buatannya, buat apa Apple membuat gadget berharga murah?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber BGR,Wired
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.