Kompas.com - 08/11/2013, 04:31 WIB
Sebuah poster bergambar logo Twitter menghiasi gedung bursa saham New York Stock Exchange (NYSE) sebelum Twitter menjual saham perdananya ke publik, Kamis (7/11/2013).
Kathy Willens/AP PhotoSebuah poster bergambar logo Twitter menghiasi gedung bursa saham New York Stock Exchange (NYSE) sebelum Twitter menjual saham perdananya ke publik, Kamis (7/11/2013).
|
EditorPalupi Annisa Auliani
NEW YORK, KOMPAS.com — Saham Twitter langsung "terbang", naik 92 persen dari harga pembukaan dalam penawaran saham perdana (IPO) di bursa New York, Kamis (7/11/2013). Angka itu dicapai sebelum waktu tengah perdagangan.

Pada hari pertama perdagangan sahamnya, Twitter sudah menangguk tak kurang dari 25 miliar dollar AS atau sekitar Rp 270 triliun. Saham Twitter diperdagangkan pada harga 45,1 dollar AS per lembar, sesaat sebelum pukul 10.50 waktu setempat atau pukul 22.50 WIB, Kamis.

Padahal, harga saham perusahaan pengembang mikroblog ini ditetapkan "hanya" senilai 26 dollar AS per lembar pada Rabu (6/11/2013). Harga saham Twitter terus melaju sampai sempat menembus harga 50 dollar AS per lembar, sebelum kemudian turun ke 47 dollar AS per lembar.

Pendapatan Twitter dari perdagangan perdana sahamnya mencatatkan 22 kali nilai perkiraan penjualan pada 2014. Padahal, selama ini keuangan Twitter jeblok. Pada kuartal terakhir, Twitter bahkan mencatatkan kerugian hampir senilai 70 juta dollar AS atau setara Rp 770 miliar.

Para pendukung Twitter berkeyakinan media sosial yang satu ini telah menjadi utilitas yang sangat diperlukan di internet, berdampingan dengan Google dan Facebook. Dengan sekitar 230 juta pengguna di seluruh dunia, Twitter jelas menggiurkan untuk menjadi media periklanan global.

Potensi iklan

"Ketika orang menggunakan Twitter mereka mengikuti orang-orang tertentu, mereka mencari informasi tertentu," kata Mark Mahaney, analis di RBC Capital Markets. Dia pun menilai potensi pemasaran iklan melalui Twitter mendekati posisi Google. "Sesuatu yang tak benar-benar dimiliki Facebook," imbuh dia.

Selama berbulan-bulan rencana IPO Twitter dibayangi masalah yang dihadapi Facebook ketika melantai di bursa pada 2012. Harga saham Facebook saat itu terjun bebas, bahkan di bawah harga penetapan penawaran saham perdana, ketika para bankir dan pialang dalam "komando" Morgan Stanley menuding Facebook serakah dengan harga saham yang ditetapkannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

IPO Twitter yang berlalu sangat mulus mendorong Anthony Noto dari Goldman Sachs yang memimpin penawaran perdana tersebut, menulis tweet singkat, "Phew...."

Berkebalikan dengan Facebook, kemungkinan Twitter justru bakal dituding telah mematok harga terlalu rendah. Pekan lalu, sebagian analis sudah memperkirakan harga saham tertinggi yang mungkin dicapai Twitter pada penawaran saham perdana ada di kisaran 54 dollar AS per lembar, dari target awal yang semula dipasang Twitter senilai 17 dollar AS per lembar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.