Kompas.com - 09/11/2013, 07:56 WIB
Pendiri dan Chairman Twitter, Jack Dorsey ReutersPendiri dan Chairman Twitter, Jack Dorsey
Penulis Aditya Panji
|
EditorWicak Hidayat

Jack Dorsey
Pendiri Twitter lainnya, Jack Dorsey, memiliki 4,9 persen saham atau sekitar 1,06 miliar dollar AS. Ia dipaksa mundur sebagai CEO Twitter pada 2008, dan kini menjabat sebagai chairman. Ia kemudian membuat perusahaan pembayaran mobile Square. Meski demikian, Dorsey masih memiliki pengaruh besar di Twitter, termasuk mengantar Twitter untuk mengakuisisi Vine.

Dick Costolo

The Verge
CEO Twitter, Dick Costolo
Sejak menjabat sebagai CEO Twitter pada 2010, Dick Costolo membawa ketertiban bagi perusahaan dan membuat Twitter terus tumbuh dari sisi profitablitas. Twitter berhasil membangun bisnis periklanan dan mengejar kemitraan dengan perusahaan media besar. Kini, Costolo memiliki 1,6 persen saham di Twitter atau senilai 346 juta dollar AS.

Biz Stone

Reuters
Pendiri Twitter, Biz Stone
Biz Stone juga salah satu pendiri Twitter, tetapi namanya absen dari daftar pemegang saham mayoritas di Twitter. Nama besar Biz Stone tak dapat dilepas begitu saja dari pembuatan platform blog Xanga dan Blogger. Ia mundur dari keterlibatan sehari-hari di Twitter pada 2011. Kemudian, ia mendirikan perusahaan rintisan baru bernama Jelly Industries dan menjadi CEO.

Charles River Ventures
Pada tahun 2006, pada masa awal Twitter merintis usaha, Charles River Ventures mengambil risiko dengan memberi dana investasi sebesar 1 persen dari total pendanaan putaran pertama. Sebuah taruhan besar yang kini sudah lunas. Tidak diketahui secara pasti berapa persen saham yang kini dimiliki Charles River Ventures di Twitter.

Secara keseluruhan, Twitter melepas 70 juta lembar saham di New York Stock Exchange (NYSE). Selain nama-nama di atas, ada pula selebriti yang memiliki saham di Twitter, antara lain Ashton Kutcher dan Richard Branson.

Para eksekutif dan direksi Twitter yang memiliki saham tidak boleh menjual saham mereka selama 180 hari. Beberapa karyawan non-eksekutif, diprediksi juga memiliki sebagian kecil saham di Twitter.

Berkaca dari penjualan saham perdana Facebook pada Mei 2012 lalu, perusahaan itu melahirkan 850 jutawan baru. Banyak dari mereka yang menginvestasikan kekayaan di perusahaan teknologi baru, seperti Instagram, Spotify, hingga Flipboard.

Bukan hanya berinvestasi di perusahaan teknologi, para jutawan baru ini juga berinvestasi dalam bisnis properti untuk mengantisipasi lonjakan harga realestat di kawasan Sillicon Valley yang terus naik.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber CNN Money
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.