Kompas.com - 13/11/2013, 19:59 WIB
Penulis Deliusno
|
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com — Jumlah perangkat BlackBerry baru yang beredar secara global pada kuartal III tahun fiskal 2013 terus mengalami penurunan. Sementara itu, saingan terdekat BlackBerry, Windows Phone, terlihat semakin stabil, bahkan cenderung meningkat.

Menurut lembaga riset IDC, BlackBerry hanya mengapalkan 4,5 juta produk mereka ke seluruh dunia, turun dari 7,7 juta unit atau sekitar 41,6 persen pada kuartal yang sama tahun lalu.

Dengan jumlah pengiriman barang tersebut, BlackBerry hanya mampu mencapai pangsa pasar global sebesar 1,7 persen saja, turun dari 4,1 persen pada tahun lalu.

Seperti dikutip dari Ubergizmo, Rabu (13/11/2013), IDC tidak memberikan rincian perangkat BlackBerry versi apa saja yang dikirimkan. Namun, IDC menyatakan bahwa permintaan dari produk berbasis BlackBerry 10 tidaklah terlalu tinggi. Sementara itu, produk BlackBerry 7 masih tetap diminati di negara berkembang.

Adapun pesaing terdekat BlackBerry, Windows Phone, telah berhasil melewati perusahaan asal Kanada tersebut. Kini, sistem operasi mobile besutan Microsoft tersebut telah berhasil menggapai 3,6 persen pangsa pasar global, meningkat dari dua persen pada tahun lalu.

Jumlah pengiriman produk berbasis Windows Phone mencapai 9,5 juta unit, meningkat 3,7 juta unit pada kuartal III tahun 2012.

BlackBerry belum mati

Meski terus mengalami penurunan, BlackBerry tampak belum mau menyerah bermain di bisnis ponsel. Hal tersebut dibuktikan dari pernyataan CEO baru BlackBerry, John Chen, beberapa waktu lalu.

Saat itu, Chen mengatakan ia tak berniat membunuh bisnis pembuat ponsel BlackBerry yang belakangan ini terus merugi.

"Saya tahu kami memiliki materi yang cukup untuk membangun bisnis yang berkelanjutan untuk jangka panjang," kata Chen dalam sebuah wawancara dengan Reuters. "Saya telah melakukan langkah ini sebelumnya dan belajar dari hal yang sama sebelumnya."

Pemegang saham terbesar BlackBerry, Fairfax Financial Holdings, pun telah menyuntikkan dana sebesar 1 miliar dollar AS untuk membantu BlackBerry keluar dari masa sulit.

CEO dari perusahaan tersebut, Prem Watsa, sudah menyatakan kepercayaannya bahwa BlackBerry sudah bisa kembali ke jalur yang benar dalam satu hingga satu setengah tahun ke depan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Ubergizmo

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.