Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terungkap, Alasan Steve Jobs Benci Android

Kompas.com - 14/11/2013, 10:12 WIB
Deliusno

Penulis

KOMPAS.com — Sudah bukan rahasia lagi bahwa Steve Jobs, salah satu pendiri Apple, membenci sistem operasi Android besutan Google.

Rasa benci Jobs terhadap sistem operasi mobile terpopuler itu pun sudah beberapa kali dituangkan dalam bentuk buku. Salah satu buku yang mengisahkan hal tersebut berjudul Dogfight: How Apple And Google Went to War And Started a Revolution karangan Fred Vogelstein.

Dalam buku yang baru dirilis ini, seperti dikutip dari Business Insider, Vogelstein menceritakan, ketiga petinggi Android, Larry Page, Sergey Brin, dan Eric Schmidt, sebenarnya sudah memberi tahu adanya proyek Android kepada Jobs.

Tidak ada rasa benci dari Jobs ketika ketiganya menceritakan adanya proyek sistem operasi tersebut. Awalnya, bos-bos besar Google ini berhasil meyakinkan bahwa Android akan tampil beda dari iPhone. Jobs pun memercayai perkataan tersebut.

Namun, ketika ia melihat sendiri produk jadi Android, rasa amarah Jobs pun mulai muncul. Ia mulai tidak menyukai Android dan orang yang mendesainnya, yaitu Andy Rubin.

"Semuanya mencontek apa yang telah kita buat," kata Jobs.

Minta diubah

Setelah melihat adanya kesamaan antara Android versi awal dengan iOS pada iPhone, Jobs langsung meminta Google untuk melakukan banyak perubahan.

Sekadar informasi, sebelumnya, Apple dan Google sebenarnya memiliki hubungan yang cukup mesra. Tidak ada masalah di antara kedua perusahaan raksasa ini. Bahkan, Eric Schmidt, CEO Google, terdaftar sebagai salah satu direksi Apple. Oleh karena itu, tidak aneh apabila Jobs bisa langsung meminta Google melakukan perubahan.

Menurut Vogelstein, masih dari buku yang sama, saat itu Jobs mengadakan pertemuan dengan Scott Forstall, orang yang bertanggung jawab terhadap pembuatan iOS untuk iPhone, dan petinggi Google, seperti Larry Page, Alan Eustace, dan Andy Rubin.

Vogelstein sendiri tidak mengetahui apa isi pertemuan tersebut secara mendetail, tetapi dikabarkan pertemuan tersebut berlangsung cukup "panas".

"Pertemuan ini menjadi sangat personal," kata seorang Executive Apple kepada Vogelstein. "Jobs mengatakan bahwa Rubin emosi saat Jobs menceritakan posisi Rubin adalah anti-inovasi. Dan ini merupakan saat di mana Steve merendahkan Andy, mengatakan bahwa Andy berusaha untuk menjadi seperti dia (Jobs), terlihat seperti dia, bahkan potongan rambut yang sama, gelas yang sama, dan gaya yang sama."

Pada akhirnya, Jobs mendapatkan apa yang diinginkannya. Google pun mengubah beberapa fitur Android yang dianggap mirip dengan iOS.

Beberapa contohnya, Google tidak jadi menggunakan fitur multitouch pinch (cubit) to zoom. Google juga mengubah cara sistem operasi ini untuk membuka kunci (unlock).

Tentunya, Rubin sangat kecewa dengan keputusan ini. Ia dikatakan memiliki beberapa bukti yang memperlihatkan bahwa bukan Apple yang menemukan fitur-fitur tersebut. Saat itu, Rubin sudah berencana untuk berhenti dari Google. Untungnya, Rubin membatalkan niat tersebut.

Beberapa tahun setelah kejadian tersebut, Rubin menjadi tokoh kunci yang membawa Android menjadi raja sistem operasi mobile dunia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Blok M dalam Bidikan Kamera Infinix GT 20 Pro

Blok M dalam Bidikan Kamera Infinix GT 20 Pro

Gadget
'Call of Duty Mobile Season 6' Dirilis, Ada Peta Baru dan Senjata 'Legendary' Permanen Gratis

"Call of Duty Mobile Season 6" Dirilis, Ada Peta Baru dan Senjata "Legendary" Permanen Gratis

Game
Jepretan Kamera Leica Xiaomi 14 untuk Street Photography, Warna Apik, Hitam Putih Asyik

Jepretan Kamera Leica Xiaomi 14 untuk Street Photography, Warna Apik, Hitam Putih Asyik

Gadget
Kamera Samsung Galaxy A55 Dipakai Merekam Suasana Blok M: Kontras dan Tajam

Kamera Samsung Galaxy A55 Dipakai Merekam Suasana Blok M: Kontras dan Tajam

Gadget
Sudut-sudut Kota Milan dan Stadion San Siro dalam Bidikan Kamera Realme GT 6

Sudut-sudut Kota Milan dan Stadion San Siro dalam Bidikan Kamera Realme GT 6

Gadget
Laptop Huawei MateBook X Pro dan MateBook 14 Resmi di Indonesia, Ini Harganya

Laptop Huawei MateBook X Pro dan MateBook 14 Resmi di Indonesia, Ini Harganya

Gadget
Ini Harga Huawei MatePad 11.5 S di Indonesia, Tablet dengan Layar Bebas Pantulan Cahaya

Ini Harga Huawei MatePad 11.5 S di Indonesia, Tablet dengan Layar Bebas Pantulan Cahaya

Gadget
Ransomware pada PDN: Pentingnya 'Backup' dan 'Disaster Recovery'

Ransomware pada PDN: Pentingnya "Backup" dan "Disaster Recovery"

Internet
Segera Klaim! Ini 4 Kode Redeem 'Honor of Kings' Terbaru, Ada 'Starstones' dan 'Diamonds' Gratis

Segera Klaim! Ini 4 Kode Redeem "Honor of Kings" Terbaru, Ada "Starstones" dan "Diamonds" Gratis

Game
Mengenal PDN yang Diserang Ransomware, Data Center Penting buat Sistem Elektronik Pemerintah

Mengenal PDN yang Diserang Ransomware, Data Center Penting buat Sistem Elektronik Pemerintah

e-Business
Elon Musk Jadi CEO dengan Gaji Tertinggi di Dunia

Elon Musk Jadi CEO dengan Gaji Tertinggi di Dunia

e-Business
Kenapa Google Play Store Tidak Bisa Download Aplikasi? Begini Cara Mengatasinya

Kenapa Google Play Store Tidak Bisa Download Aplikasi? Begini Cara Mengatasinya

Software
Cara Membuat Video dari Teks dengan Dream Machine Luma AI, Gratis

Cara Membuat Video dari Teks dengan Dream Machine Luma AI, Gratis

Internet
Mengenal Ransomware LockBit 3.0 Brain Chiper yang Serang PDNS dan Minta Tebusan Rp 130 Miliar

Mengenal Ransomware LockBit 3.0 Brain Chiper yang Serang PDNS dan Minta Tebusan Rp 130 Miliar

e-Business
Aplikasi Video Profesional Blackmagic Camera Kini Hadir di Android

Aplikasi Video Profesional Blackmagic Camera Kini Hadir di Android

Software
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com